Indonesia Bantu Percepat Perdamaian Afganistan Melalui Ekonomi

Indonesia memberikan dukungan penguatan ekonomi di Afganistan melalui pelatihan sektor tambang dan energi.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  23:50 WIB
Indonesia Bantu Percepat Perdamaian Afganistan Melalui Ekonomi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (15/3/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia memberikan dukungan penguatan ekonomi Afganistan melalui pelatihan sektor tambang dan energi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan pelatihan sektor ini merupakan permintaan resmi pemerintah Afganistan. Pelatihan ini melengkapi peningkatan kapasitas yang dilakukan sebelumnya dalam bidang politik hingga proses perdamaian.

"Seperti diketahui bahwa Afganistan negara yang sangat kaya akan sumber daya alam bahan tambang. Cita-cita mereka adalah mengkapitalisasi semua sumber daya alamnya yang ada untuk kepentingan ekonomi masyarakat mereka," kata Retno di Istana Wakil Presiden Jakarta, Senin (5/8/2019).

Menurut Retno, dengan membantu Afganistan meningkatkan kapasitas ekonomi diharapkan akan sangat membantu dalam proses perdamaian sendiri. 

"Untuk kali ini ada 65 peserta dan [dari jumlah peserta] tujuh diantaranya perempuan. Ini adalah hal yang sangat baik," katanya.

Retno menyebutkan setelah adanyanya keterlibatan perempuan Afganistan dalam pelatihan sektor tambang, ke depannya diharapkan jumlah perempuan yang terlibat semakin banyak.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) kembali I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menyebutkan pelatihan bagi teknokrat dari Afganistan ini akan dipusatkan di Cepu dan sejumlah lapangan minyak lain. Indonesia akan memberikan pengetahuan lapangan bagi para peserta.

"Jadi mereka [peserta] akan dididik baik dari pengetahuan juga engalaman langsung di lapangan selama 100 hari," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertambangan, kemenlu

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top