Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Minta Perusahaan Pemerintah Hentikan Impor Produk Pertanian dari AS

Pemerintah China meminta perusahaan milik negara untuk menangguhkan impor produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump meningkatkan ketegangan perdagangan pekan lalu dengan rencana mengenakan tarif impor tambahan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  11:49 WIB
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen untuk menyambut the Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen untuk menyambut the Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah China meminta perusahaan milik negara untuk menangguhkan impor produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump meningkatkan ketegangan perdagangan pekan lalu dengan rencana mengenakan tarif impor tambahan.

Dilansir Bloomberg, sejumlah perusahaan pertanian milik pemerintah China saat ini menghentikan pembelian barang-barang pertanian asal AS, dan sedang menunggu perkembangan pembicaraan perdagangan kedua negara, ungkap salah seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Trump pada hari Kamis (1/8/2019) mengusulkan penambahan tarif 10 persen untuk impor asal China yang nilainya mencapai US$300 miliar mulai 1 September, menandai peningkatan mendadak perang dagang antara kedua negara tak lama setelah kedua pihak memulai kembali perundingan.

Birokrat di Beijing terkejut dengan pengumuman Trump, menurut pejabat China yang telah terlibat dalam pembicaraan perdagangan. Pemerintah China juga telah berjanji untuk merespons jika AS bersikeras mengenakan tarif tambahan.

Trump telah berulang kali mengeluh bahwa China belum melakukan pembelian produk pertanian dalam jumlah besar yang dijanjikan Presiden Xi Jinping ketika keduanya bertemu di Osaka pada KTT G-20.

Meningkatnya ketegangan telah mendorong pembeli asal China untuk beralih ke komoditas pertanian lain seperti kedelai asal Brasil, ungkap orang-orang yang mengetahui situasi tersebut.

Kedelai berjangka untuk November yang diperdagangkan di Chicago terpantau melemah 0,4 persen menjadi US$8,65 per gantang pada 10.56 waktu Beijing menyusul berita tersebut, sedangkan Jagung berjangka melemah 1,1 persen menjadi US$4,05 per gantang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat Donald Trump perang dagang AS vs China
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top