Demokrat Minta Partai Tak Campuri Jokowi Seleksi Calon Menteri

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan bahwa partainya tidak mau mengganggu Jokowi-Amin. Biar mereka yang membentuk kabinet terbaik.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  19:58 WIB
Demokrat Minta Partai Tak Campuri Jokowi Seleksi Calon Menteri
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden dan Wapres terpilih Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin terus mencari orang yang cocok menempati kursi kabinet. Jokowi sebelumnya menyampaikan posisi tersebut bakal diisi setengah dari partai dan non partai.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan bahwa partainya tidak mau mengganggu Jokowi-Amin. Biar mereka yang membentuk kabinet terbaik.

“Hari ini ada 34 menteri dan 8 jabatan setingkat. Artinya sekarang ada 42 jabatan yang harus diisi. Bapak [Jokowi-Amin] cari saja jabatan yang bisa diisi untuk posisi terbaik. Kalau tidak ada di 01 [pendukungnya] ya 02 [Prabowo-Sandi]. Kalau tidak ada juga ya di 03 [profesional], katanya di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Jansen menjelaskan bahwa Jokowi kali ini sudah berpengalaman mencari sosok yang bisa membantunya di pemerintahan. Lima tahun menjadi presiden tentu membuat Jokowi tahu siapa orang terbaik.

Pengalaman serupa pernah dialami Demokrat saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden untuk periode kedua. Jadi, Jansen memahami betul perasaan Jokowi.

“Kalau ada manuver di Teuku Umar [pertemuan Megawati-Prabowo] dan Gondangdia [pertemuan partai pengusung Jokowi tanpa PDIP], itu malah membuat tidak nyaman presiden,” jelasnya.

Dengan memberikan kebebasan Jokowi, partai pengusung telah menghormati presiden dan tidak berbuat sesuka hati karena menganggap telah menyukseskannya.

“Biar Jokowi pilih sendiri sambil menjait rekonsiliasi. Karena kalau suasana tidak teduh, program-program yang dibuay juga tidak mungkin tercapai,” ucap Jansen. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top