Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Terdampak Perang Dagang, AS Kucurkan Bantuan US$16 Miliar

Para petani AS tentu menyambut baik langkah ini, namun mereka tetap menginginkan akhir dari perang dagang Presiden AS Donald Trump.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  14:12 WIB
Ladang gandum -
Ladang gandum -

Bisnis.com, JAKARTA – Perang dagang yang semakin mencekik petani Amerika Serikat menggerakkan pemerintah untuk menambah dana bantuan tambahan bagi sektor agrikultur sebesar US$16 miliar.

Para petani AS tentu menyambut baik langkah ini, namun mereka tetap menginginkan akhir dari perang dagang Presiden AS Donald Trump.

“Para petani Amerika lebih menginginkan perang dagang berakhir. Sangat penting untuk memulihkan pasar pertanian dan hubungan yang saling menguntungkan dengan mitra dagang kami di seluruh dunia," kata Zippy Duvall, Ketua Federasi Biro Pertanian Amerika, organisasi pertanian terbesar di negara itu, seperti dikutip melalui Bloomberg, Jumat (26/7/2019).

Paket bantuan ini dirilis setelah pemerintah menganggarkan dana sebesar US miliar untuk para petani pada tahun lalu.

Pendapatan industri pertanian telah tertekan setelah tarif pembalasan China mengurangi permintaan untuk hampir semua hasil pertanian, mulai dari kapas, daging babi, hingga kedelai.

Bagi Trump, memenuhi permintaan dari basis pemilihnya di kawasan pedesaan kini menjadi sangat penting menjelang pemilu 2020.

“Bantuan ini seperti perekat luka, padahal  kami butuh solusi jangka panjang,” ujar Ketua Asosiasi Penanam Gandum Nasional Ben Scholz.

Dia menambahkan bahwa produsen memahami bahwa China harus bertanggung jawab atas praktik perdagangan yang tidak adil. Namun, perang dagang bukanlah solusi, terutama ketika petani menjadi korban.

Dalam sebuah panggilan konferensi, Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan bahwa penyaluran dana bantuan putaran kedua ini akan membantu menopang pendapatan petani dan memberikan Trump waktu untuk mencapai kesepakatan dengan China.

Pada perkembangan terbaru, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan melakukan perjalanan ke China pekan depan untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan tingkat tinggi.

Namun, sampai dengan sebuah kesepakatan pada akhirnya tercapai, petani AS akan terus menderita.

Pendapatan pada sektor pertanian Amerika turun 16% tahun lalu menjadi US$63 miliar, sekitar setengah dari tingkat pendapatan baru-baru ini pada 2013.

Overproduksi selama bertahun-tahun telah menjaga harga hasil panen mendekati posisi terendah historis, ditambah lagi dengan sengketa perdagangan yang hanya menambah tekanan.

Sementara itu, saingan AS, Brasil telah mengambil keuntungan dari perselisihan antar dua ekonomi terbesar dunia untuk memperkuat hubungannya dengan China.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top