Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Softbank Siapkan US$108 Miliar Investasi Vision Fund Tahap II

Softbank Group Corp. mengumumkan pihaknya akan meluncurkan program Vision Fund tahap kedua yang akan membiayai sejumlah perusahaan teknologi.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  13:33 WIB
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS - Yuya Shino
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS - Yuya Shino

Bisnis.com, BANDUNG - Softbank Group Corp. mengumumkan pihaknya akan meluncurkan program Vision Fund tahap kedua yang akan membiayai sejumlah perusahaan teknologi.

Dalam program kedua ini, Softbank menyiapkan investasi sebesar US$108 miliar atau US$8 miliar lebih banyak dibandingkan program tahap pertama.

Menurut keterangan yang dihimpun dari Reuters dan Bloomberg, beberapa perusahaan telah melakukan perjanjian Memorandum  of Understanding (MoU) dengan Vision Fund, termasuk Microsoft Corp.

Softbank, perusahaan yang didirikan oleh Masayoshi Son, kali ini membenamkan dana sebesar US$38 miliar dalam Vision Fund. Selain Microsoft, penyandang dana lainnya a.l. Apple Inc., Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn.

Baik Apple dan Foxconn sebelumnya telah terlibat dalam Vision Fund pertama.

Basis investor dalam program Vision Fund kedua ini menampilkan diversifikasi peserta di luar Timur Tengah yang telah menanamkan uang sebesar US$100 miliar pada tahap pertama.

Perluasan basis ini merupakan strategi Softbank yang menjanjikan pengembalian investasi yang di atas rata-rata industri.  

“Mereka yang berinvestasi dua tahun lalu dalam Vision tersebut, [namun] tidak ada bukti bahwa konsep itu akan berhasil,” kata analis Sanford C. Bernstein Chris Lane, Jumat (26/07/2019).

Berdasarkan rekam jejak yang dicapai selama dua tahun terakhir, Lane menilai Vision Fund 2 secara substansial mengalami risiko yang tidak pasti.

SoftBank pada bulan Mei mengatakan dana pertama telah menghasilkan tingkat pengembalian internal sebesar 45 persen untuk investor di saham biasa, atau 29 persen ketika saham yang berupa utang. Adapun, keuntungan ini sebagian besar masih di atas  kertas.

Dalam tahap kedua, National Investment Corporation of National Bank of Kazakhstan, Standard Chartered Bank PLC dan sejumlah pihak dari Taiwan juga akan ikut bergabung.

Program baru ini mendapat dukungan luas dari industri keuangan Jepang termasuk unit dari tiga bank besar, yaitu Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, Sumitomo Mitsui Financial Group Inc dan Mizuho Financial Group Inc.

Softbank dan Indonesia

Softbank Group Corp. adalah konglomerasi besar yang dibentuk oleh Masayoshi Son. Softbank Group ini membawahi SoftBank Corp yang memiliki fokus bisnis di bidang telekomunikasi, media, penyediaan jasa seperti Internet pita lebar, telekomunikasi seluler, hingga keuangan.

Berdasarkan data dari Forbes, Masayoshi Son diketahui memiliki kekayaan hingga US$21,4 miliar. Softbank terkenal dengan dana kelolaannya, Vision Fund, yang dipakai untuk membiayai perusahaan unicorn dan decacorn ke atas.

Vision Fund pertama kali diluncurkan pada Oktober 2016. Saat itu, Softbank membutuhkan waktu tujuh bulan untuk mengumpulkan dana. Di Indonesia, Softbank diketahui telah menyuntikan dananya ke Grab dan Tokopedia.

Bulan Agustus 2019, Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk bertemu dengan Masayoshi Son.

Menurut Menko Maritim Luhut B. Panjaitan, pertemuan tersebut akan berlangsung pada 12 Agustus atau 14 Agustus 2019. Luhut mengungkapkan Indonesia akan menawarkan sejumlah proyek atau Softbank dapat masuk ke dalam perusahaan unicorn di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

softbank foxconn
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top