Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketua Umum Golkar, Airlangga Optimistis Terpilih Kembali dengan Suara di Atas 60 Persen

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimis dapat terpilih kembali dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar, Desember 2019 mendatang.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  07:04 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Executive Vice Chairman Hyundai Euisun Chung (kanan) seusai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/7/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Executive Vice Chairman Hyundai Euisun Chung (kanan) seusai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/7/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimis dapat terpilih kembali dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar, Desember 2019 mendatang.

Airlangga menyebutkan dirinya tidak ingin tergesa-gesa menyikapi kompetitornya yang bergeriliya. Ia masih optimis para pemegang hak suara akan kembali memilih dirinya sebagai ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024.

"Iya, tenang-tenang saja [menghadapi lobi pesaing ke pemilik suara]. Nanti kan ada waktunya, ada mekanismenya," kata Airlangga di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Airlangg yang juga Menteri Perindustrian ini menyebut dari pemilik suara sah di Partai Golkar sudah lebih dari 60 persen yang mendukung dirinya. Berdasarkan jumlah ini dirinya optimis dapat terpilih kembali.

Sebelumnya, politisi Golkar yang juga Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet resmi mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar pada Munas 2019. Dia siap menantang Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang mendapat banyak dukungan dari pengurus daerah.

Saat deklarasi, Bamsoet mengatakan bahwa pergantian ketua umum harus tanpa ada kecam mengecam dan rekayasa.

“Tidak pernah dikenal Golkar itu ada pemaksaan aklamasi, hanya ada calon tinggal. Kita harus belajar dari kasus Bali dan Ancol [ada dualisme kepemimpinan]. Kita harus bekerja dan berdemokrasi secara benar,” katanya


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai golkar airlangga hartarto munas golkar Bambang Soesatyo
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top