Menimbang Prospek Ekonomi Jepang

Pemerintah Jepang mempertahankan proyeksi yang meyakini bahwa saat ini ekonomi tengah memasuki fase pemulihan pada laju yang moderat, sambil mengatakan bahwa pelemahan terus berpusat pada ekspor.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  09:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Jepang mempertahankan proyeksi yang meyakini bahwa saat ini ekonomi tengah memasuki fase pemulihan pada laju yang moderat, sambil mengatakan bahwa pelemahan terus berpusat pada ekspor.

Risiko terhadap prospek pertumbuhan yang ditimbulkan oleh permintaan luar negeri yang lesu dapat menambah tekanan bagi pemerintah untuk mendorong belanja guna menghadapi potensi penurunan permintaan akibat kenaikan pajak penjualan yang dijadwalkan pada Oktober.

Di sisi lain, pemerintah meningkatkan proyeksi terhadap output industri untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu setengah tahun, meningkatkannya menjadi stagnan dari laju pertumbuhan yang sebelumnya lemah.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan, peningkatan tersebut terutama berasal dari kekuatan dalam produksi mobil dan mesin konstruksi, menggambarkan bahwa pemerintah tetap berhati-hati terhadap prospek industri.

"[Produksi] barang-barang transportasi terus meningkat, sedangkan penurunan dalam produksi mesin terlihat sedikit berkurang," katanya, seperti dikutip melalui Reuters, Selasa (23/7/2019).

Output industri Jepang naik pada laju tercepat dalam lebih dari 1 tahun pada Mei karena produksi mobil yang lebih tinggi sepanjang Juni.

Realisasi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan terus mengalami penguatan meskipun ada kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS-China telah mengganggu alur permintaan.

Namun pada saat yang sama pada Juni, ekspor turun untuk bulan ketujuh berturut-turut sebesar 6,7% dari tahun sebelumnya, mengecilkan harapan para pembuat kebijakan bahwa permintaan domestik akan membantu mengimbangi ketegangan eksternal yang meningkat.

Pada kuartal pertama ekonomi Jepang mencatatkan ekspansi sebesar 2,2% berkat pembelanjaan modal yang kuat, tetapi banyak analis memperkirakan pertumbuhan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang karena meningkatnya tekanan eksternal dan risiko yang ditimbulkan oleh kenaikan pajak penjualan nasional yang direncanakan.

Pemerintah Jepang merevisi proyeksi ekonomi mereka sebanyak dua kali sepanjang tahun ini pada Maret dan Mei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jepang

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top