Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arab Saudi Batalkan Pembelian 30 Jet Boeing 737 MAX

Pada Miggu (7/7/2019), Boeing mengumumkan pembatalan kesepakatan untuk pembelian 30 jet Boeing 737 MAX 8 oleh maskapai penerbangan murah Arab Saudi.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  07:53 WIB
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati.  - Boeing
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA – Pada Miggu (7/7/2019), Boeing mengumumkan pembatalan kesepakatan untuk pembelian 30 jet Boeing 737 MAX 8 oleh maskapai penerbangan murah Arab Saudi.

Boeing telah berjuang untuk mendapatkan kembali armada 737-MAX-nya mengudara setelah berbulan-bulan di-grounded setelah dua kecelakaan fatal.

"Kami memahami bahwa Flyadeal tidak akan menyelesaikan komitmennya pada 737 MAX pada saat ini mengingat persyaratan jadwal maskapai," kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

Menurut perusahaan, komitmen berdasarkan kesepakatan itu menetapkan opsi pembelian tambahan untuk 20 jet 737 MAX senilai US$ 5,9 miliar atau Rp83 triliun.

Menurut maskapai milik negara Saudi Arabian Airlines, induk perusahaan dari Flyadeal, maskapai ini akan menerima 30 pesawat Airbus A320neo mulai dari 2021.

"Pesanan ini akan membuat Flyadeal mengoperasikan armada dengan seluruh Airbus A320 di masa depan," kata perusahaan.

Baru-baru ini, Boeing dikenakan dengan lima persyaratan utama oleh regulator penerbangan Eropa yang harus ditangani sebelum 737 Max-nya akan diterima kembali untuk diperbaiki.

Keselamatan pesawat Boeing 737 MAX 8 diragukan setelah dua kecelakaan fatal, yakni kecelakaan Ethiopian Airlines pada bulan Maret setelah jatuhnya penerbangan Lion Air di Indonesia pada bulan Oktober.

Kecelakaan dua pesawat Boeing 737 MAX 8 tidak menyisakan korban selamat dan menewaskan 346 orang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing arab saudi maskapai penerbangan

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top