Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perundingan Berlanjut, AS Tetap Ancam Syarat Tarif bagi China

Amerika Serikat berharap untuk memulai kembali perundingan perdagangan dengan China setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping bertemu di Jepang pada hari Sabtu lalu.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  22:44 WIB
Perang dagang AS China - istimewa
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, WASHINGTON  - Amerika Serikat berharap untuk memulai kembali perundingan perdagangan dengan China setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping bertemu di Jepang pada hari Sabtu lalu.

Namun demikian, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (26/6/2019), Washington tidak akan menangguhkan syarat tarif kepada China. Konsekuensinya, tarif masuk barang China pun tetap tinggi.

Informasi itu disampaikan salah seorang Pejabat Senior Gedung Putih. Trump telah mengancam untuk mengenakan tarif pada barang lain senilai US$ 325 miliar untuk produk China.

Ancaman itu berlaku  mencakup hampir semua impor China yang masih diekspor ke AS. Produk beragam jenis itu antara lain produk konsumen seperti ponsel, komputer dan pakaian.

Ancaman itu berlaku jika pertemuan dengan Xi tidak menghasilkan kemajuan dalam penyelesaian.

Kedua belah pihak dapat setuju untuk tidak mengenakan tarif baru sebagai isyarat niat baik untuk melanjutkan negosiasi.  

Namun Pejabat Senior yang jadi narasumber Reuters, masih belum dapat memastikan keberhasilan perundingan dagang kali ini.

China tidak melunak, bahkan membuat pernyataan agar perselisihan kedua negara besar tersebut harus memenangkan kepentingan dua belah pihak.

Hal ini dinilai akan selalu membuat alot perundingan dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tarif impor perang dagang AS vs China
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top