KABAR GLOBAL 26 JUNI: Membaca Pergeseran Populasi Dunia, India Tawarkan Insentif Gaet Perusahaan China

Berita perubahan dinamis pada pertumbuhan populasi dunia serta pemerintah India yang pertimbangkan menawarkan insentiif untuk gaet perusahaanChina menjadi sorotan media masa, Rabu (26/6/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  08:52 WIB
KABAR GLOBAL 26 JUNI: Membaca Pergeseran Populasi Dunia, India Tawarkan Insentif Gaet Perusahaan China
Logo Huawei - REUTERS/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA – Berita perubahan dinamis pada pertumbuhan populasi dunia serta pemerintah India yang pertimbangkan menawarkan insentiif untuk gaet perusahaanChina menjadi sorotan media masa, Rabu (26/6/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

 Membaca Pergeseran Populasi Dunia. Perubahan yang dinamis pada pertumbuhan populasi dunia kemungkinan besar segera terjadi. Peringkat negara terpadat pun diperkirakan bergeser dari China beralih ke India. (Bisnis Indonesia)

India Tawarkan Insentif Gaet Perusahaan China. Pemerintah India tengah mempertimbangkan menawarkan insentif untuk menarik perusahaan yang pindah dari China di tengah perang dagang antara AS dan China. (Bisnis Indonesia)

Futurewei Berpisah dari Huawei. Unit riset Huawei Technologies Co. Ltd. yang berbasis di AS, Futurewei Technologies Inc., telah memisahkan operasinya dari induk usaha sejak pemerintah Negeri Paman Sam memblokir kegiatan Huawei. (Bisnis Indonesia)

Menjelang Trump-Jinping Bertemu, AS Hubungi China. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu pada akhir pekan di pertemuan G20. Menjelang pertemuan, ternyata kedua negara terus berusaha merajut perdamaian dalam perang dagang. (Kontan)

Permanen Residency Saudi. Arab Saudi sepertinya semakin mantap mengurangi ketergantungan terhadap minyak. Kabar terbaru, Negeri Timur Tengah tersebut membuka aplikasi pendaftaran bagi program permanen residency untuk mendatangkan investasi asing ke negara tersebut. Peminat harus merobek kocek SR 800.000 atau US$ 213.000. Jika dirupiahkan setara dengan Rp 3,02 miliar. (Kontan)

NATO Ultimatum Rusia. North Atlantic Treaty Organization (NATO) mendesak Rusia agar menghancurkan rudal baru sebelum batas waktu Agustus mendatang dan menyelamatkan perjanjian membuat hulu ledak nuklir berbasis darat keluar dari Eropa. Jika tidak dilakukan, Rusia bisa menghadapi respons dari anggota NATO. (Kontan)

Palestina Tolak dan Boikot Rencana Perdamaian dari AS. Ribuan warga Palestina pada Selasa (25/6) berunjuk rasa di seluruh wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza menentang peluncuran rencana perdamaian ekonomi untuk Timur Tengah oleh Amerika Serikat (AS). (Investor Daily)

PM Baru Inggris Diumumkan pada 23 Juli 2019. Pemenang kontes untuk menggantikan Theresa May sebagai ketua partai berkuasa Konservatif sekaligus perdana menteri (PM) baru Inggris akan diumumkan pada 23 Juli 2019. Mantan menteri luar negeri Boris Johnson saat ini menjadi favorit untuk menduduki posisi tersebut. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup