Pemimpin Asean Adopsi Indo-Pacific Outlook

Para pemimpin Asia Tenggara mengadopsi konsep geostrategis dan geopolitik untuk melindungi kepentingan Asean di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  00:59 WIB
Pemimpin Asean Adopsi Indo-Pacific Outlook
Suasana pertemuan Brunei Darusalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-13 di Bangkok, Thailand, Minggu (23/6/2019). - Antara/Puspa Perwitasari
Bisnis.com, BANGKOK, THAILAND — Para pemimpin Asia Tenggara mengadopsi Asean Outlook on the Indo-Pacific, konsep geostrategis dan geopolitik untuk melindungi kepentingan Asean di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik, setelah dibahas selama berbulan-bulan.
 
Outlook itu dipublikasi setelah Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menggelar konferensi pers menyusul pertemuan seluruh kepala negara dan pemerintahan negara anggota Asean, Minggu (23/6/2019).
 
Dia mengatakan KTT telah menyetujui inisiatif untuk memperkuat peran Asean dalam menjalin hubungan dengan mitra eksternal di kawasan. Menurut dia, Asean saat ini memiliki pendekatan umum pada isu itu dan perlu berperan dalam menjembatani Samudra Pasifik dan Hindia.
 
"Oleh karena itu, saya ingin mengungkapkan penghargaan saya kepada Presiden Indonesia yang memainkan peran penting dalam menggerakkan Asean Outlook on the Indo-Pacific," kata Prayut dalam konferensi pers itu.
 
Pemerintahan Trump dalam beberapa tahun belakangan menyebut kawasan di antara kedua samudra sebagai Indo-Pasifik, sebuah terminologi yang dipercaya para pakar untuk membatasi pengaruh China.
 
Namun, dokumen Asean Outlook on the Indo-Pasifik menyebutkan cara pandang Indo-Pasifik dilatarbelakangi oleh Asia Pasifik dan Samudra Hindia yang merupakan kawasan paling dinamis di dunia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berpuluh-puluh tahun. 
 
Akibatnya, kawasan ini terus mengalami perubahan pengalaman geopolitik dan geostrategis. Perubahan ini menciptakan peluang dan tantangan. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi di kawasan menciptakan kesempatan kerja sama untuk menekan kemiskinan dan meningkatkan standar hidup jutaan manusia.
Di sisi lain, kemunculan kekuatan material, seperti ekonomi dan militer, menuntut pencegahan ketidakpercayaan, salah perhitungan, dan pola perilaku berdasarkan prinsip zero sum game
 
Kerja sama yang dilakukan mencakup maritim, konektivitas, Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, ekonomi, serta kerja sama yang mungkin lainnya.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan outlook ini independen. Meskipun begitu, tidak tertutup kemungkinan Asean bekerja sama dalam bentuk apapun. Dia melanjutkan, ruh outlook ini adalah menjaga sentralitas Asean, memajukan budaya dialog, kerja sama, dan menjaga perdamaian.
 
"Oeh karena itu, di dalam pertemuan-pertemuan yang menggunakan mekanisme Asean, maka Indo-Pacific Outlook ini akan dijadikan guidelines bagi Asean untuk mengembangkan kerja sama dengan pihak lain," ujar Retno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asean

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top