Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump: Jutaan Imigran Ilegal akan Mulai Dipindahkan

Presiden AS Donald Trump menyatakan otoritas AS akan segera mulai memindahkan jutaan imigran ilegal yang ada di negeri tersebut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  11:19 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menyatakan otoritas AS akan segera mulai memindahkan jutaan imigran ilegal yang ada di negeri tersebut.

“Pekan depan ICE akan memulai proses pemindahan jutaan orang asing yang secara ilegal masuki Amerika Serikat,” terang Trump merujuk pada badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (Immigration and Customs Enforcement/ICE).

“Mereka akan dipindahkan secepat ketika mereka masuk [AS],” lanjutnya dalam Twitter, seperti dilansir dari Reuters.

Diperkirakan ada sekitar 12 juta imigran yang berada di Amerika Serikat secara ilegal, terutama dari Meksiko dan Amerika Tengah.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai awal bulan ini, Meksiko telah setuju untuk membawa para imigran Amerika Tengah mencari suaka di Amerika Serikat sampai kasus mereka disidangkan di pengadilan AS.

Kesepakatan itu, yang juga mencakup janji Meksiko untuk mengerahkan pasukan Garda Nasional guna menghentikan imigran Amerika Tengah mencapai perbatasan AS, telah mencegah pemberlakukan tarif dari AS terhadap impornya.

Dalam cuitan yang sama, Trump juga mengatakan bahwa Guatemala tengah bersiap-siap untuk menandatangani “perjanjian negara ketiga yang aman”.

Pekan lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence mengisyaratkan bahwa Guatemala dapat menerima pencari suaka dari negara-negara tetangganya.

Perincian rencana itu belum diumumkan kepada publik, sedangkan Guatemala belum secara terbuka mengkonfirmasikan pembicaraan itu. Menurut Departemen Luar Negeri AS, pembicaraan tersebut berlangsung di Guatemala pada Jumat (14/6).

Bagaimanapun, kelompok Hak Asasi Manusia, Human Rights First, mengatakan pernyataan AS bahwa Guatemala mampu melindungi para pengungsi adalah hal yang menggelikan ketika warganya sendiri melarikan diri dari tindak kekerasan.

Meksiko telah sepakat bahwa jika langkah-langkahnya untuk membendung arus migran tidak berhasil, negeri ini akan membahas penandatanganan perjanjian negara ketiga yang aman dengan Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top