Korut Sulit Capai Kesepakatan Denuklirisasi

Setahun pascapertemuan pertama antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, solusi untuk mempercepat kesepakatan denuklirisasi Pyongyang belum menemukan titik terang.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  10:26 WIB
Korut Sulit Capai Kesepakatan Denuklirisasi
Warga Korea Selatan (Korsel) menonton tayangan televisi yang menunjukkan Presiden Korsel Moon Jae-in berpelukan dengan pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ketika tiba di Pyongyang, Korut, Selasa (18/9). - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA - Setahun pascapertemuan pertama antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, solusi untuk mempercepat kesepakatan denuklirisasi Pyongyang belum menemukan titik terang.

Pada KTT pertama di Singapura, Kim dan Trump sepakat untuk bekerjasama mewujudkan denuklirisasi di semenanjung Korea guna meredakan kekhawatiran perang antara negara-negara mereka.

Namun sejak saat itu hanya ada sedikit kemajuan sementara ketegangan kembali meningkat setelah Korea Utara kembali melakukan pengujian senjata terbatas dan memberikan ancaman konsekuensi kepada AS jika Washington menolak untuk bersikap lebih fleksibel.

Dalam sesi wawancara di Gedung Putih, Trump menceritakan bahwa dia baru saja menerima sepucuk surat dari Kim pada Selasa (11/6/2019).

"Saya tentu saja tidak dapat menunjukkan isi surat tersebut, tapi isinya sangat personal dan hangat, surat yang sangat bagus," ujar Trump, seperti dikutip melalui Reuters, Kamis (13/6/2019).

Di sisi lain, media nasional Korea Utara belum memberikan kabar apapun terkait surat tersebut.

Optimisme yang ditunjukkan kedua pemimpin tersebut mulai surut sejak pertemuan kedua pada Februari di Hanoi, Vietnam, secara dramatis ditutup tanpa solusi dan komitmen apapun.

Sejak itu, Korea Utara telah mengeluhkan sanksi AS dan Kim mengatakan dia akan menunggu sampai akhir tahun sebelum memutuskan apakah akan mengambil langkah baru.

Kedua belah pihak mengatakan terbuka untuk pembicaraan tetapi harus ada yang mau mengalah untuk mengubah kebijakan.

Trump menyampaikan belum siap untuk kembali bertemu dengan Kim, namun pernyataannya memberikan gambaran bahwa dia mencoba untuk terus membuka dialog.

Para pejabat AS mengatakan kontak antara kedua belah pihak telah menjadi sangat terbatas sejak Februari, ketika pembicaraan antara Trump dan Kim terhenti di di Hanoi.

"Harus ada kemajuan dari perundingan antara negosiator nuklir AS dan Korea Utara sebelum melanjutkan pertemuan berikutnya," kata Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top