Jadi Pemberontak, Mantan Bintang Sepak Bola Suriah Tewas Digempur Pasukan Presiden Assad

Bintang sepa kbola Suriah yang kemudian menjadi ikon revolusi tewas dalam serangan yang dilancarkan pasukan pemerintah pada Sabtu (8/6) di wilayah barat laut Suriah.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 09 Juni 2019  |  08:21 WIB
Jadi Pemberontak, Mantan Bintang Sepak Bola Suriah Tewas Digempur Pasukan Presiden Assad
Presiden Suriah Bashar al-Assad - Reuters
Bisnis.com, JAKARTA -- Bintang sepak bola Suriah yang kemudian menjadi ikon revolusi tewas dalam serangan yang dilancarkan pasukan pemerintah pada Sabtu (8/6) di wilayah barat laut Suriah.
 
Mengutip Reuters, Sabtu (8/6), mantan pesepakbola berusia 27 tahun bernama Abdelbasset Sarout tersebut sebelumnya berposisi sebagai penjaga gawang dari kota Homs. Ia memperoleh ketenaran barunya sebagai petempur ketika pemberontakan terhadap Bashar al-Assad meletus pada 2011 silam.
 
Dia juga dijuluki sebagai penyanyi revolusi karena kerap menyanyikan lagu-lagu dalam aksi unjuk rasa yang memuji-muji pemrotes yang terbunuh, juga dalam protes untuk memburuk-burukkan presiden.
 
Setelah sejumlah tindakan keras pemerintah dalam aksi protes, Sarout mengangkat senjata melawan negara,  yang memperlihatkan bagaimana aksi protes telah berevolusi menjadi perjuangan bersenjata.
 
Sarout, yang notabene merupakan komandan kelompok pemberontak Jaish al-Izza, tewas dua hari setelah bertahan melawan cedera dalam pertarungan yang berlangsung di Hama Utara.
 
"Siapapun yang berpikir Sarout tewas berarti sedang berilusi, karena kami akan melanjutkan perjuangan Sarout," ujar salah satu pejabat senior Jaish al-Izza bernama al-Saleh.
 
Pertempuran itu sendiri berpusat di wilayah barat laut Suriah pada Jumat (7/6) setelah pemberontak melancarkan serangan untuk mengusir pasukan pemerintah yang beberapa waktu sebelumnya telah mengalahkan kelompok pemberontak terbesar terakhir dalam pertarungan yang berlangsung selama berminggu-minggu.
 
Presiden Assad pun mengontrol kembali sebagian wilayah Suriah setelah berhasil menghancurkan benteng pertahanan pasukan pemberontak dengan bantuan Rusia dan Iran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
konflik suriah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top