JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Mengenal Perkampungan Muslim di Denpasar, Bali

Meski sebagian besar penduduk Bali memeluk Hindu, provinsi berjuluk Pulau Dewata ini juga menjadi rumah bagi berbagai agama dan budaya, tak terkecuali Islam.
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Mengenal Perkampungan Muslim di Denpasar, Bali Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali | 05 Juni 2019 15:52 WIB

Bisnis.com, DENPASAR - Meski sebagian besar penduduk Bali memeluk Hindu, provinsi yang dijuluki Pulau Dewata ini juga menjadi rumah bagi berbagai agama dan budaya, tak terkecuali Islam.

Di Bali, khususnya Denpasar, penduduk muslim tinggal dan terkonsentrasi di sejumlah perkampungan dan tetap hidup berdampingan dengan umat Hindu lokal.

Salah satu kampung yang dikunjungi Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali 2019 adalah Kampung Islam Kepaon, Denpasar. Kampung ini ditinggali kurang lebih 100 kepala keluarga, dan sebagian besarnya merupakan pendatang.

Selain Kepaon, masih terdapat sejumlah perkampungan muslim di Denpasar.

Pertama, Kampung Bugis di Pulau Serangan, Denpasar Selatan. Kampung Bugis dihuni oleh kurang lebih 70 kepala keluarga atau 280 warga muslim yang sebagian besarnya beprofesi sebagai nelayan. Lokasi kampung dikelilingi pura, tempat masyarakat Hindu beribadah.

"Kalau kampung Bugis pada zaman kerajaan sudah ada, kebanyakan orang Bugis Palembang," kata Muhammad Tahir, warga Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Rabu (5/6/2019).

Kedua, Kampung Jawa. Pendatang dari Pulau Jawa, selain tinggal di Kepaon juga mendiami Kampung Jawa di Dusun Wanasari, Denpasar Utara. Kampung ini letaknya tidak jauh dari Pura Pemecutan. Uniknya meski dijuluki Kampung Jawa, sebagian besar penduduknya berasal dari Pulau Madura.

Penamaan Kampung Jawa Denpasar ini merujuk pada situasi yang ada di zaman dulu. Konon, menurut beberapa ahli sejarah, kampung ini didiami prajurit Jawa yang berperang bersama dengan pejuang Bali melawan penjajah Belanda.

Saat ini, kampung ini berkembang begitu pesat dengan jumlah penghuni mencapai lebih dari 7.000 jiwa, sehingga menjadikannya komunitas muslim terbesar di Bali.

Ketiga, ada pula Kampung Arab di Jalan Sulawesi dan Jalan Kalimantan, Denpasar. Warga keturunan Arab sudah puluhan tahun tinggal di sana untuk berniaga sehingga wilayah tersebut dikenal dengan kawasan Kampung Arab.

Saat ini, ada sekitar 40 marga jemaah Arab yang tinggal di Pulau Bali, tetapi yang terbanyak berada di Denpasar.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top