Soal Uang Elektronik Bikin Antrean Panjang di Pelabuhan Merak, Ini Komentar Kemenhub

Kementerian Perhubungan menilai antrean yang terjadi di area Pelabuhan Penyeberangan Merak akibat penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran merupakan dampak dari belum terbiasanya masyarakat memanfaatkan sistem pembayaran nontunai.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  12:52 WIB
Soal Uang Elektronik Bikin Antrean Panjang di Pelabuhan Merak, Ini Komentar Kemenhub
Pemudik tujuan Sumatra antre memasuki kapal Roro di Dermaga Eksekutif Sosoro Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (2/6/2019). Terhitung sejak H-7 hingga H-4 pukul 08.00 jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni Lampung sebanyak 400.309 orang. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan menilai antrean yang terjadi di area Pelabuhan Penyeberangan Merak akibat penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran merupakan dampak dari belum terbiasanya masyarakat memanfaatkan sistem pembayaran nontunai.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono mengatakan bahwa proses perubahan sistem pembayaran di area Pelabuhan Merak dari pembayaran tunai menjadi nontunai membutuhkan waktu.

"Memang biasanya kecenderungan kita senang membawa uang tunai, begitu kita harus menerapkan sistem untuk mempermudah tentunya butuh proses. Saya yakin masyarakat nanti akan mendapatkan manfaat kalau dengan uang elektronik,” ujarnya sebagaimana dikutip  dari keterangan yang dirilis pada situs resmi Kemenhub, Senin (3/6/2019).

Menurut Djoko, penerapan sistem uang elektronik di Pelabuhan Merak diyakini akan meningkatkan efisiensi bagi pengguna jasa dan meningkatkan efektifitas pelayanan.

Dalam upaya perbaikan layanan, Djoko memastikan bahwa pihaknya secara terbuka menerima dan mendengarkan keluhan yang disampaikan masyarakat.

"Pesan yang ingin disampaikan kepasa masyarakat adalah sistem ini akan meningkatkan efisiensi pengguna jasa dan efektifitas pelayanan,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan langsung di area Pelabuhan Merak, Djoko mengatakan bahwa hingga Hingga Senin (3/6) atau H-2 jelang Lebaran tidak terjadi kondisi puncak mudik yang ekstrem seperti pada tahun-tahun sebelumnnya.

 “Peningkatan memang terjadi dibanding hari-hari normal, tetapi hingga saat ini tidak ada puncak ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dengan demikian, kapasitas yang tersedia di lintasan Merak-Bakauheni ini relatif dalam situasi yg terkendali,” ujarnya.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, hingga malam tadi, Minggu (2/6/2019) terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menyebrang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.

Tercatat 556.727 orang pemudik atau sudah 69,4% dari total 803 ribu orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera sejak H-7.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan merak, uang elektronik, mudik lebaran 2019

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top