Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarif Balasan China untuk AS Berlaku Hari Ini

China akan menaikkan tarif impor untuk barang-barang asal AS yang senilai US$60 miliar sesuai jadwal pada Sabtu (1/6/2019). Hal ini merupakan aksi retaliasi Beijing terhadap Washington dalam laga perang dagang dua ekonomi terbesar di dunia,
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  10:59 WIB
Perang dagang AS-China - istimewa
Perang dagang AS-China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — China akan menaikkan tarif impor untuk barang-barang asal AS yang senilai US$60 miliar sesuai jadwal pada Sabtu (1/6/2019). Hal ini merupakan aksi retaliasi Beijing terhadap Washington dalam laga perang dagang dua ekonomi terbesar di dunia,

Dikutip dari Reuters, tarif yang diumumkan pada 13 Mei 2019 itu akan berlaku pada tengah malam waktu Beijing (16.00 GMT = 23.00 WIB) hari ini. Tarif tersebut merupakan kenaikan sebesar 20 persen dan 25 persen untuk lebih dari 5.140 produk asal AS yang telah masuk daftar.

Sebelumnya, Beijing telah mengenakan tarif tambahan juga sebesar 5 persen dan 10 persen untuk barang-barang yang ada dalam daftar target tersebut.

Sejak perundingan menggantung pada 10 Mei 2019 hingga saat ini, belum ada lagi pembicaraan dagang antara pejabat tinggi China dan AS.

Diketahui, pada hari perundingan yang berakhir dengan anjloknya bursa saham secara global tersebut, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan kenaikan tarif untuk produk asal China yang senilai US$200 miliar dan bersiap untuk memberlakukan tarif untuk seluruh sisa produk impor asal China.

“Trump menuduh China melanggar kesepakatan untuk menyelesaikan perselisihan dagang dengan mengingkari komitmen awal yang dibuat selama perundingan berbulan-bulan,” tulis Reuters, seperti dikutip pada Sabtu (1/6).

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Adapun China sendiri menolak tuduhan tersebut. Beberapa pekan terakhir, Beijing tampak mulai mengambil langkah-langkah pembelaan diri, menuduh Washington kekurangan rasa tulus hati dan bersumpah tidak akan tunduk terhadap permintaan Pemerintah Trump.

Retorika tersebut semakin tajam sejak Washington menetapkan perusahaan teknologi China, Huawei Technologies Co. Ltd. masuk ke dalam daftar hitam yang secara efektir dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan AS.

Pekan ini, koran nasional China memperingatkan, Beijing telah siap untuk menggunakan dominasinya dalam produksi bahan baku alam—elemen kimia yang digunakan mulai dari keperluan konsumer elektronik berteknologi tinggi hingga perlengkapan militer—dalam ajang perang dagang dengan AS ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top