Maya Miranda Ambarsari, Sociopreneur dan Pendidikan Gratis bagi Ratusan Anak Tak Mampu

Maya Miranda Ambarsari, pengusaha sukses sekaligus sociopreneur, melalui Yayasan Rumah Belajar Miranda memfasilitasi 700 anak kurang mampu, perempuan, dan kaum marjinal mendapatkan pendidikan dan pengetahuan agama secara layak.
Maya Miranda Ambarsari, Sociopreneur dan Pendidikan Gratis bagi Ratusan Anak Tak Mampu Dewi Andriani | 30 Mei 2019 15:21 WIB
Maya Miranda Ambarsari, Sociopreneur dan Pendidikan Gratis bagi Ratusan Anak Tak Mampu
Maya Miranda Ambarsari (tengah) berfoto bersama para pendukung acara Share Our Love with Rumah Belajar Miranda - Bisnis/Dewi Andriani

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak cara dapat dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta kepada sesama, salah satunya dengan berbagi dan mendonasikan sebagian harta yang dimiliki kepada mereka yang kurang mampu.

Itulah yang dilakukan Maya Miranda Ambarsari, pengusaha sukses sekaligus sociopreneur pemilik Yayasan Rumah Belajar Miranda.  

Yayasan Rumah Belajar Miranda memfasilitasi 700 anak kurang mampu, perempuan, dan kaum marjinal untuk mendapatkan pendidikan dan pengetahuan agama secara layak.

Di rumah belajar yang telah berdiri sejak 12 Maret 2012 ini, anak-anak kurang mampu bisa mengakses pendidikan secara gratis dengan fasilitas mewah dan tenaga pengajar profesional. Mereka mendapatkan berbagai pengajaran berkualitas mulai dari Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Tahfiz Al-Quran, Marawis, dan lain sebagianya.

Anak-anak mendapat akses pendidikan di Yayasan Miranda/Bisnis-Dewi Andriani

 “Sebagai yayasan nonprofit, kami tetap mengelola RBM secara profesional dengan fasilitas terbaik, baik dari segi fasilitas, materi ajar, hingga tenaga pendidik sehingga anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan dan pendidikan yang layak,” ujar Maya Miranda Ambarsari dalam konferensi pers "Share Our Love with Rumah Belajar Miranda", Rabu (29/5/2019) sore.

Selain memfasilitasi ratusan anak kurang mampu, RBM menyedikan wadah pembinaan agama dan pengajian rutin bagi ibu-ibu Majelis Ta’lim Ummul Choir sekaligus menaungi Majelis Ta’lim Tuli Indonesia (MTTI) yang para pesertanya merupakan penderita tuna rungu.

“Di RBM ini, para peserta akan mendapatkan pembekalan agam Islam serta pelatihan Baca Tulis Al-Quran (BTQ) sehingga diharapkan tidak ada lagi tuna rungu yang buta baca dan tulis Al-Quran. Di sini mereka juga mendapatkan pelatihan seperti merajut, membuat roti, dan lainnya sehingga diharapkan nantinya para peserta akan mandiri,” terang owner dari e-commerce JD.ID ini.

Sebagai lembaga nonprofit, sumber pendanaan Yayasan Rumah Belajar Miranda didapatkan dari berbagai kegiatan bazar, lomba, serta seminar yang dilaksanakan RBM. Selain itu, didapatkan melalui donasi para donator dan sponsor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce, sociopreneur

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top