Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disebut Cocok Jadi Menteri oleh Jokowi, Ini Tanggapan Bahlil Lahadalia

Presiden Jokowi sempat menyebut nama Ketum Hipmi Bahlil Lahadalia sebagai sosok yang cocok dan sangat berpotensi menjadi menterinya.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  22:21 WIB
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan pada konferensi pers pelaksanaan Sidang Dewan Pleno II dan Rapimnas BPP Hipmi, di Jakarta, Jumat (2/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan pada konferensi pers pelaksanaan Sidang Dewan Pleno II dan Rapimnas BPP Hipmi, di Jakarta, Jumat (2/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) pada Minggu (26/5/2019).

Dalam acara itu, Presiden Jokowi sempat menyebut nama Ketum Hipmi Bahlil Lahadalia sebagai sosok yang cocok dan sangat berpotensi menjadi menterinya.

"Saya lihat dari samping, saya lihat dari bawah ke atas, cocok kelihatannya," kata Presiden.

Menurut Presiden, sosok Bahlil cukup pintar dalam membawa suasana.

"Beliau pintar bawa suasana jadi jangan kaget," ungkap Jokowi.

Mendengar pernyataan Presiden, Bahlil mengatakan, keputusan soal menteri sepenuhnya berada di tangan Jokowi.

"Itu bapak punya kewenangan prerogatif, saya enggak boleh menanggapilah. Kalau saya kan hidup saya dari kampung dari dulu berproses alami saja, saya enggak bisa menilai diri saya," kata Bahlil dikutip dari keterangan resminya.

Bahlil pun tak ingin berandai-andai jika nanti dirinya benar dipilih menjadi menteri.

Dia menjelaskan, selama ini hanya berproses dan menyelesaikan tanggung jawab yang ada di hadapannya.

Dia mencontohkan, sejak datang dari Papua, tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha besar.

Bahlil mengaku hanya mengerjakan apa yang ada di hadapannya.

Dia pun menegaskan tidak akan mengintervensi penyusunan kabinet kerja pemerintahan Jokowi ke depan. Termasuk perihal namanya yang ikut disejajarkan dengan nama lainnya.

"Itu jangan kita masuk mengintervensi hak prerogatif presiden. Itu ruang yang tidak bisa dimasukki oleh siapa pun. Dan itu hanya punya presiden, jadi jangan kita berandai-andai," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi hipmi bahlil lahadalia
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top