Presiden PSG Tersandung Kasus Suap

Pemilik saham grup beIN media itu disebut terlibat dalam penyuapan sejumlah pejabat asosiasi atletik internasional IAAF sebesar US$3,5 juta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  10:36 WIB
Presiden PSG Tersandung Kasus Suap
Suporter Paris Saint-Germain. - Reuters/Regis Duvignau

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden klub sepakbola kebanggaan warga Paris, Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, harus berhadapan dengan aparat penengak hukum. Ia diduga terlibat suap dalam upaya negaranya, Qatar, menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017 dan 2019.

Pemilik saham grup beIN media itu disebut terlibat dalam penyuapan sejumlah pejabat asosiasi atletik internasional IAAF sebesar US$3,5 juta.

Sebelumnya aparat hukum Prancis telah menjerat Kepala Eksekutif beIN Yousef Al-Obaidly, dan mantan Presiden IAAF, Lamine Diack dalam kasus yang sama.

Pengacara Al-Obaidly menyatakan bahwa jaksa mendasarkan dakwaan itu pada dokumen transfer senilai total US$3,5 juta dari Oryx Qatar Sport Investmens yang dimiliki Al-Khelaifi dan saudaranya Khalid kepada sejumlah mantan pejabat IAAF.

Transfer itu dilakukan melalui perusahaan Pamodzi Sports Marketing yang disebut dikepalai oleh anak dari Lamine Diack, Papa Massata Diack. Terdapat dua transfer yang dilakukan sebelum pengambilan keputusan negara mana yang akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017.

Qatar kalah dari Inggris pada saat itu, namun mereka mendapatkan jatah menggelar Kejuraan Dunia Atletik 2019 di Doha.

Pengacara membantah bahwa pembayaran tersebut adalah bentuk suap. Menurutnya, pembayaran tersebut sepenuhnya transparan dan merupakan bagian dari proses pencalonan yang normal. Pamodzi Sports Marketing sendiri disebut sebagai agen yang ditunjuk langsung oleh IAAF untuk mengatasi masalah sponsor dan pencalonan Qatar.

Papa Massata Diack dan perusahaannya telah dilarang untuk mengikuti kegiatan di IAAF karena dituding menerima uang dari atlet Rusia yang ingin terhindar dari hukuman karena ketahuan menggunakan Doping. Aparat kepolisian Prancis juga sudah menerbitkan permintaan penahaan kepada Interpol jika keberadaannya diketahui.

Pihak Al-Khelaifi membantah tudingan tersebut. Pengacaranya Francis Szpiner menyatakan bahwa tudingan itu tak beralasan.

“Nama Nasser Al-Khelaifi tak tampak dalam dokumen apa pun dalam kasus itu, Dia tak pernah terlibat secara operasioan dalam pencalonan Qatar untuk Kejuaraan Dunia Atletik,” ujarnya kepada media La Parisien.

Selain sebagai Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi juga memiliki sejumlah jabatan menterng. Dia merupakan anggota Komite Eksekutif UEFA perwakilan dari klub. Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar sendiri akan berlangsung pada  pada 27 September hingga 6 Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PSG, atletik

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top