KABAR GLOBAL 20 MEI: Menunda untuk Capai Kesepakatan, Kenaikan Pajak Jepang Berpotensi Ditunda

Berita mengenai keputusan Donald Trump untuk menunda penetapan tarif impor otomotif menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (20/5/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Mei 2019 08:53 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Presiden China Xi Jinping (kiri) saat kunjungan ke Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai keputusan Donald Trump untuk menunda penetapan tarif impor otomotif menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (20/5/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Menunda untuk Capai Kesepakatan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda penetapan tarif impor otomotif dari Uni Eropa, Jepang, serta negara lain selama 180 hari ke depan guna menghindari kegagalan negosiasi dagang yang tengah berlangsung. (Bisnis Indonesia)

Kenaikan Pajak Jepang Berpotensi Ditunda. Tanda-tanda melemahnya ekonomi Jepang memicu kekhawatiran di antara beberapa anggota parlemen partai yang berkuasa bahwa negara itu belum siap mengatasi wacana kenaikan pajak penjualan pada Oktober. (Bisnis Indonesia)

China Mulai Tinggalkan Gas Alam AS. Perang dagang antara Amerika Serikat dan China telah membuat pasar gas alam cair (liquefi ed natural gas/LNG) Negeri Paman Sam sepi peminat dari Negeri Panda. (Bisnis Indonesia)

Eropa Membuka Huawei. Negara-negara Eropa tidak mau mengikuti Amerika Serikat (AS) dalam memboikot Huawei perusahaan telekomunikasi asal China. Seperti diketahui, AS melarang raksasa telekomunikasi China itu terlibat dalam pembangun jaringan seluler generasi kelima (5G). (Kontan)

Partai Koalisi Menang Pemilu Australia. Partai koalisi pemerintah secara mengejutkan memenangkan pemilihan umum (pemilu) Australia. Kemenangan ini mengantarkan Scott Morisson mempertahankan posisinya sebagai Perdana Menteri Australia. (Kontan)

Iran Ubah Taktik Penjualan Minyak. Iran telah mengadopsi taktik baru dan tujuan baru dalam pengiriman ekspor minyaknya setelah penerapan kembali sanksi dari Amerika Serikat (AS). Demikian diungkapkan seorang pejabat senior maritim Iran kepada kantor berita ILNA yang dikutip Reuters. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top