Densus 88 Sita Sejumlah Barang Bukti dari Rumah Mertua Tersangka Teroris

Sejumlah barang bukti disita Densus 88 dari rumah mertua terduga teroris Ded  yang ditangkap di Nganjuk, Selasa. Kepala Polres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengungkapkan ada sejumlah barang bukti seperti dokumen yang diamankan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  17:27 WIB
Densus 88 Sita Sejumlah Barang Bukti dari Rumah Mertua Tersangka Teroris
Ilustrasi-Tim Densus 88 Mabes Polri berjaga saat penggeledahan barang bukti milik terduga teroris, di sebuah kios aksesoris ponsel, Jalan KH Mochtar Tabrani, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Risky Andrianto

Bisnis.com, NGANJUK -  Sejumlah barang bukti disita Densus 88 dari rumah mertua terduga teroris Ded  yang ditangkap di Nganjuk, Selasa. Kepala Polres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengungkapkan ada sejumlah barang bukti seperti dokumen yang diamankan.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan penggeledahan di rumah mertua Ded di Desa Baleturi, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

"Ada benda tajam, kunci, dokumen. Penggeledahan ini terkait dengan penangkapan yang dilakukan semalam sehingga dicari alat bukti yang digunakan untuk memrosesnya," kata Dewa saat ditemui di lokasi penggeledahan Desa Baleturi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Rabu (15/5/2019).

Dewa mengatakan, Polres Nganjuk hanya melakukan pengamanan di lokasi penggeledahan, memastikan agar warga di sekitar lokasi rumah tersebut bisa melaksanakan kegiatan dengan baik.

"Kami melaksanakan pengamanan dan kami menetralisir agar warga di sekitar lokasi rumah ini bisa melaksanakna kegiatan dengan baik, tidak terancam dan merasa nyaman," kata Dewa.

Dewa mengatakan setelah penangkapan pada Selasa (14/5) malam terduga teroris langsung diamankan. Namun, untuk saat ini Dewa mengaku kurang tahu di mana terduga teroris berada. Kemungkinan, lanjutnya, terduga teroris tersebut sudah dibawa ke Jakarta untuk proses lebih lanjut.

"Kalau istri dan anak saat ini di rumah. Kami lakukan pengawasan juga dan kami berharap ke warga agar juga mau menerima istri tersebut, karena kan bagian dari warga. Jadi, tolong saya juga titip agar jangan dikucilkan, selalu guyub satu dengan lain," ucap Dewa.

Tim Densus 88 Antiteror datang ke rumah mertua Ded, setelah dilakukan penangkapan di sebuah konter telepon seluler di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Ia sempat melawan, namun akhirnya menyerah ke petugas, sehingga langsung dibawa.

Sedangkan istri yang bersangkutan, Siti Asmunah, sempat diizinkan pulang, namun kemudian dibawa petugas ke Mapolres Nganjuk. Selain itu, terdapat ibu dari Siti yang ikut mendampingi serta seorang anak yang masih berusia tujuh bulan.

Polisi sempat membawa kembali Siti ke rumahnya guna menunjukkan sejumlah barang bukti. Hingga akhirnya sejumlah barang bukti berhasil diamankan.

Erna, salah seorang tetangga mengatakan Siti Asmunah jarang bergaul dengan tetangga. Siti sudah di rumah keluarganya sejak satu tahun belakangan dari mulai hamil hingga melahirkan.

"Dia dulu kerja di luar negeri beberapa kali dan terakhir tiba-tiba menikah. Saat menikah orang tua dan keluarga juga tidak diberi tahu. Jadi pulang sudah hamil dan melahirkan di rumah orang tua," ungkap Erna.

Ia menambahkan, suami Siti juga agak pendiam. Namun, saat waktu shalat tiba selalu mengumandangkan azan. Para tetangga mengaku kaget serta tidak menyangka polisi akan ke rumah tetangga mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
terorisme, densus 88

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top