Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Isi Telegram Milik Hitler Dilelang, Ternyata Begini Isinya

 Rumah lelang di AS melelang surat terakhir pemimpin Nazi Adolf Hitler menjelang bunuh diri, yang menjadi satu-satunya bukti tertulis Hitler menjelang kematiannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2019  |  20:45 WIB
Adolf Hitler - biography.com
Adolf Hitler - biography.com

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah lelang di AS melelang surat terakhir pemimpin Nazi Adolf Hitler menjelang bunuh diri, yang menjadi satu-satunya bukti tertulis Hitler menjelang kematiannya.

Sebuah telegram yang dikirim oleh Adolf Hitler pada bulan April 1945 ke salah satu jenderalnya, menginformasikan bahwa pemimpin Nazi bermaksud untuk tetap di Berlin dalam menghadapi pasukan Uni Soviet yang maju. Surat ini sekarang dilelang oleh Alexander Historical Auctions di Maryland, menurut Daily Mail, yang dikutip Sputnik, 25 April 2019.

"Aku akan tetap di Berlin, untuk mengambil bagian, dengan cara terhormat, dalam pertempuran yang menentukan untuk Jerman, dan untuk memberikan contoh yang baik untuk semua yang tersisa," Hitler menulis kepada Field Marshal Ferdinand Schorner.

"Saya percaya bahwa dengan cara ini saya akan memberikan Jerman pengabdian terbaik. Untuk Anda semua, segala upaya harus dilakukan untuk memenangkan perjuangan untuk Berlin. Anda dapat membantu dengan tegas, dengan mendorong ke utara secepat mungkin," isi telegram Hitler.

Seperti yang dijelaskan oleh Bill Panagopulos, presiden rumah lelang, telegram berfungsi sebagai bukti tertulis unik yang menegaskan niat Hitler untuk tetap dan mati di ibu kota Jerman, yang pada dasarnya menjadikannya satu-satunya bukti catatan bunuh diri Fuhrer.

"Di dalamnya, dia mencoba menggambarkan dirinya sebagai pemimpin yang gagah berani dari anak buahnya sampai akhir, ketika pada kenyataannya dia menuju ke kamarnya dan menembakkan peluru ke kepalanya," kata Panagopulos.

Pada 30 April 1945, Adolf Hitler dan kekasihnya Eva Braun bunuh diri di bunker Fuhrer di Berlin, ketika Jerman di ambang kekalahan dan dijepit pasukan sekutu dari Barat dan Soviet di Timur.

Namun, sebuah dokumen FBI yang tidak diklasifikasikan mengungkapkan bahwa pada tahun 1945, agen tersebut menyelidiki klaim tentang Adolf Hitler yang melarikan diri dari Jerman dengan kapal selam dan bersembunyi di Argentina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top