Mobil Model S Terbakar di Shanghai, Tesla Kirim Tim Investigasi

Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc, pada hari Senin (22/4/2019) menyatakan telah mengirim tim untuk menyelidiki video di media sosial China yang menunjukkan ledakan mobil Tesla Model S yang sedang diparkir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 April 2019  |  12:29 WIB
Mobil Model S Terbakar di Shanghai, Tesla Kirim Tim Investigasi
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, China 29 Januari 2014. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc, pada hari Senin (22/4/2019) menyatakan telah mengirim tim untuk menyelidiki video di media sosial China yang menunjukkan ledakan mobil Tesla Model S yang sedang diparkir.

Dilansir Reuters, video yang menunjukkan waktu pada Minggu malam dan dibagikan secara luas di media sosial Weibo tersebut, memperlihatkan mobil yang diparkir mengeluarkan asap dan terbakar beberapa detik kemudian.

Selain itu, sebuah video lain yang direkam setelahnya menunjukkan tiga mobil hancur terbakar.

Reuters belum dapat segera memverifikasi keaslian video, yang menurut pengguna Weibo diambil di Shanghai. Penyebab ledakan juga belum dapat dipastikan.

"Kami segera mengirim tim dan kami mendukung pemerintah setempat untuk menetapkan fakta. Dari apa yang kami ketahui sekarang, tidak ada korban dalam kejadian tersebut," kata Tesla dalam sebuah pernyataan, Senin (22/4).

Produsen mobil ini menolak komentar lebih lanjut ketika dihubungi oleh Reuters.

Setidaknya ada 14 kejadian mobil Tesla terbakar sejak 2013, dengan mayoritas terjadi setelah kecelakaan. Tesla mengatakan mobil listrik memiliki kemungkinan 10 kali lebih kecil mengalami kebakaran daripada mobil bertenaga bensin.

Data tersebut berdasarkan rekam jekam lebih dari 500.000 mobil Tesla dengan total telah menempuh jarak lebih dari 16 miliar km. Namun, data tersebut tidak spesifik menyebutkan penggunaan secara normal atau melibatkan kecelakaan.

Reputasi

Insiden itu terjadi ketika Tesla mencoba mendorong penjualan di China, dengan harg penjualan masih harga dipengaruhi oleh tarif impor yang dikenakan selama ketegangan perdagangan China-AS tahun lalu.

Tesla saat ini mengimpor seluruh mobil yang dijualnya di China, namun perusahaan sedang membangun pabrik di Shanghai yang awalnya akan membuat mobil Model 3 dan membantu mengurangi dampak perang dagang.

Para analis mengatakan insiden kebakaran terbaru kemungkinan akan meningkatkan perhatian pada keselamatan kendaraan listrik tetapi tidak mungkin memiliki dampak yang signifikan terhadap penjualan atau reputasi Tesla di China.

"Tesla mengalami insiden kebakaran sebelumnya, tetapi tidak memiliki dampak besar pada reputasinya di China," kata analis Alan Kang dari LMC Automotive.

"Karena basis konsumennya tidak terlalu konservatif, dan China mendorong pasar kendaraan listrik, jika insiden ini hanya kebetulan, itu tidak akan berdampak besar pada Tesla," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tesla Motors

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup