KABAR GLOBAL 12 APRIL: Brexit Molor Pound Tak Bereaksi, Ekonomi Venezuela Babak Belur

Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (12/4/2019), di antaranya reaksi pergerakan pound sterling terhadap diperpanjangnya tenggat waktu Brexit.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 April 2019  |  09:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (12/4/2019), di antaranya reaksi pergerakan pound sterling terhadap diperpanjangnya tenggat waktu Brexit.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Brexit Molor, Pound Tak Bereaksi. Pound sterling hanya menunjukkan sedikit perubahan tipis pada perdagangan Kamis (11/4) seiring dengan kembali diperpanjangnya tenggat waktu Brexit oleh Uni Eropa. (Bisnis Indonesia)

Ekonomi Venezuela Babak Belur. Produksi minyak mentah Venezuela pada Maret tahun ini merosot tajam ke level 870.000 barel per hari karena sanksi dari Amerika Serikat dan pemadaman listrik. (Bisnis Indonesia)

Shenwan Bidik IPO Senilai US$ 1,3 M. Shenwan Hongyuan Group akan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Hong Kong. Perusahaan pialang terbesar keenam di China dari sisi nilai pasar tersebut akan membidik dana sebanyak-banyaknya HK$ 9,8 miliar atau US$ 1,3 miliar dari aksi korporasi itu. (Kontan)

Hasil Konsensus, Suku Bunga The Fed Tahun 2019 Tetap. Pemangku kebijakan The Federal Reserve (The Fed) bergulat dengan ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat (AS) serta inflasi yang terus berada di level rendah, setelah mereka menghapus perkiraan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Meskipun, petinggi The Fed menyuarakan tetap menjaga kebijakan yang fleksibel. (Kontan)

Pertarungan Politik dalam Pemilu Terbesar di Dunia. Pemilu India akan berlangsung hingga pertengahan bulan Mei mendatang. Petahana mencoba bertahan dari serangan oposisi. Isu ekonomi, agama dan keamanan nasional akan marak selama pemilu berjalan. (Kontan)

The Fed Optimistis Tapi Juga Waspada. Para anggota The Federal Reserve (The Fed) terbelah antara harus bersikap optimistis atau waspada terhadap arah kebijakan meneter ke depan. Sebagian aggota dewan The Fed mengatakan kenaikan suku bunga acuan atau federal fund rate (FFR) kemungkinan masih tepat untuk dilakukan pada akhir tahun ini. Tapi sebagian lagi percaya bahwa bank sentral harus tetap menahan diri atau bahkan memangkas suku bunga tersebut. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top