Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekjen PDIP Sebut Hoaks Menjadi Otokritik Bagi Seluruh Elite Politik

Pendapat itu dikemukakan Hasto menanggapi laporan Kemenkominfo soal jumlah hoaks jelang berakhirnya masa kampanye pemilu 2019. Menurut Hasto harus ada otokriitik yang dilakukan elite politik karena hoaks yang masif.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 02 April 2019  |  21:06 WIB
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Hasto Kristiyanto, Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Maruf, Meutya Viada Hafid./JIBI - BISNIS/Muhamad Ridwan
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Hasto Kristiyanto, Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Maruf, Meutya Viada Hafid./JIBI - BISNIS/Muhamad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Maraknya hoaks yang beredar jelang berakhirnya masa kampanye pemilu 2019 dianggap sebagai otokritik untuk seluruh elite di Indonesia.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, banyaknya hoaks adalah hal menyedihkan bagi Indonesia. Dia juga menyebut hoaks sebagai racun demokrasi.

"Ini otokritik bagi seluruh elite politik agar mengedepankan politik yang beretika, mengedepankan moral, mengedepankan kebaikan bagi seluruh warga bangsa," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Banyaknya hoaks tercermin dari hasil identifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Selama Maret 2019, Kemenkominfo mencatat ada 453 hoaks, kabar bohong, atau berita palsu.

Jumlah itu membuat hoaks yang ditemukan Kemkominfo menjadi 1.224 selama Agustus 2018 sampai Maret 2019. Dari 453 hoaks itu, 130 diantaranya adalah kabar bohong mengenai isu politik.

"Hoaks politik antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu," ujar Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Pemerintah mencatat sebaran kabar bohong terus meningkat sejak Agustus 2018 hingga Maret 2019. Peningkatan signifikan mulai terjadi sejak Januari 2019, ketika ada 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kemkominfo.

Jumlah itu naik dua kali lipat pada Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks, dan bertambah lagi menjadi 453 berita bohong selama Maret 2019.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hasto Kristiyanto Pilpres 2019
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top