FOKUS GLOBAL: Opsi Skenario Brexit ditolak hingga Sinyal Stabilisasi Ekonomi China

Inggris menolak delapan skenario Brexit, Facebook tanggapi isu rasisme, serta sinyal perbaikan mulai terlihat pada ekonomi China. Berikut adalah sejumlah isu yang menjadi fokus pasar global hari ini.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  12:06 WIB
FOKUS GLOBAL: Opsi Skenario Brexit ditolak hingga Sinyal Stabilisasi Ekonomi China
Pengunjuk rasa anti Brexit melambaikan bendera Uni Eropa di luar Gedung Parlemen Inggris di London, Inggris, Selasa (13/11). - Reuters/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA -- Inggris menolak delapan skenario Brexit, Facebook tanggapi isu rasisme, serta sinyal perbaikan mulai terlihat pada ekonomi China.

Berikut adalah sejumlah isu yang menjadi fokus pasar global hari ini.

1. Tidak Ada Suara Mayoritas

Voting yang dilakukan di Inggris untuk mendukung kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May ditutup dengan penolakan terhadap total delapan skenario alternatif yang ditawarkan pemerintah. Akibatnya poundsterling melemah.

Sebelumnya, PM May sempat berjanji akan mundur dari kepemimpinan jika koleganya Partai Konservatif membatalkan oposisi terhadap strategi Brexit yang dia tawarkan dan memberikan suara untuk meratifikasi kebijakannya.

Sempat ada sinyal awal di mana taruhan jabatan PM May dapat berhasil menarik perhatian parlemen.

Beberapa pro-Brexit dari Partai Konservatif, termasuk Boris Johnson dan Iain Duncan Smith, mengatakan bahwa mereka akan ikut dan mendukung kesepakatan PM May.

Jika PM May sukses membujuk sebagian besar anggota parlemen untuk mendukung kesepakatan Brexit yang dia tawarkan, paling cepat Jumat (29/3), maka ini akan menjadi kebangkitan politik terbesar pada sejarah Inggris.

2. Sinyal Perbaikan Ekonomi China

Bloomberg Economics melaporkan, dari indikator awal yang tersedia pada sentimen pasar dan kondisi bisnis, ekonomi China menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah perlambatan yang terjadi selama berbulan-bulan.

Ada optimisme tentang keadaan ekonomi berkat berita bahwa AS dan China mungkin akan segera mencapai kesepakatan perdagangan, meskipun prospek perdagangan global masih suram.

Saham dan sentimen bisnis kecil telah membaik karena pemerintah mengarahkan kredit ke bisnis yang lebih kecil dan bulan ini mengumumkan pengurangan pajak terbesar dalam sejarah.

China Beige Book menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi pada kuartal pertama setelah akhir yang lemah hingga 2018, meskipun tingkat pinjaman baru meragukan keberlanjutan rebound.

3. Saham Merosot, Dollar AS Menguat

Saham Asia dibuka lebih rendah setelah saham AS jatuh di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi global.

Imbal hasil obligasi 10-tahun menurun ke level terendah sejak Desember 2017, dan suku bunga pada obligasi Jerman merosot lebih jauh di bawah nol setelah Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi menyatakan sikap akomodatif masih diperlukan.

Perusahaan-perusahaan energi dalam Indeks S&P 500 terseret dengan penurunan minyak, sementara saham industri menguat.

Traders bergerak ke obligasi di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.

Data terakhir menunjukkan kelemahan dari penjualan rumah hingga penjualan ritel AS serta sentimen konsumen, mendorong nada yang lebih dovish dari bank sentral.

4. Facebook Larang Konten Nasinalis Kulit Putih

Facebook Inc. akan melarang konten yang merujuk pada nasionalisme dan separatisme kulit putih, mereka mengambil langkah besar untuk membatasi rasisme dan kebencian di situs tersebut.

Kebijakan Facebook telah lama mengecualikan posting tentang nasionalisme kulit putih, tetapi mereka mengaku belum menerapkan nilai yang sama untuk isu ini karena mereka ingin menerapkan "konsep yang lebih luas" dari nasionalisme seperti kebanggaan Amerika dan separatisme Basque , yang terkait dengan identitas orang.

Setelah penyelidikan oleh publikasi teknologi Motherboard dan percakapan dengan para ahli dalam kelompok ras dan hak-hak sipil, Facebook mengatakan dalam sebuah posting blog Rabu bahwa mereka menyimpulkan nasionalisme kulit putih dan separatisme tidak dapat dipisahkan dari supremasi kulit putih dan kelompok kebencian terorganisir."

5. Boeing Segera Rampungkan Perbaikan Software

Boeing Co. mengatakan akan segera menyelesaikan perbaikan peranti lunak untuk 737 Max pasca jet Ethiopian Airlines jatuh pada 10 Maret, kecelakaan mematikan kedua dalam waktu kurang dari lima bulan.

Perusahaan AS tersebut, bersama degnan regulator, telah menghabiskan waktu selama beberapa bulan untuk memperbaiki perangkat lunak model Max sejak data penerbangan dari kecelakaan sebelumnya di Indonesia menunjukkan bahwa sistem menggerakkan hidung pesawat ke bawah sebelum pilot kehilangan kendali.

Pembaharuan perangkat lunak ini lebih rumit dari yang diperkirakan Boeing. Perusahaan bermaksud untuk menyerahkan dokumen final kepada regulator AS untuk sertifikasi pada akhir pekan ini.

Boeing juga harus meyakinkan regulator yang skeptis di Kanada, Eropa, China dan di negara lain tentang keamanan sistem 737 Max.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi global, kabar global

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top