KABAR GLOBAL: Tanda SOS dari Dunia Usaha, Keuntungan Industri China Merosot Tajam

Berita perlambatan ekonomi di China yang kian nyata menjadi menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Kamis (28/3/2019), beserta sejumlah berita lain dari mancanegara.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 Maret 2019 08:57 WIB
Yuan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Berita perlambatan ekonomi di China yang kian nyata menjadi menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Kamis (28/3/2019), beserta sejumlah berita lain dari mancanegara.

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Tanda SOS dari Dunia Usaha. Perlambatan ekonomi China kian nyata yang ditandai dengan tergerusnya keuntungan dunia usaha sehingga pemberian stimulus fiskal melalui pemotongan pajak mendesak dilakukan.  (Bisnis Indonesia)

Keuntungan Industri China Merosot Tajam. Keuntungan perusahaan industri China turun drastis pada awal 2019, sedangkan inflasi manufaktur dan pertumbuhan ekonomi tetap lemah. (Bisnis Indonesia)

Produksi Baja Mentah Dunia Menyusut. Harga baja menguat seiring dengan bahan baku yang makin mahal dan kemudian memicu terjadinya tekanan pasokan di seluruh dunia. (Bisnis Indonesia)

China-Kanada ‘Berseteru’ soal Kanola. Sengketa dagang antara China dan Kanada terkait dengan minyak kanola semakin luas, menyusul keputusan Negeri Panda itu melarang masuk kanola dari Kanada yang diekspor oleh Vittera Inc. (Bisnis Indonesia)

Kinerja Industri di China Merosot. Selama dua bulan pertama tahun ini, industri di China membukukan penurunan pendapatan terburuk sejak tahun 2011. Melansir Reuters, Rabu (27/3) penurunan terjadi karena meningkatnya tekanan pada ekonomi dalam menghadapi perlambatan permintaan domestik dan luar negeri. Buntutnya, memperlambat bisnis. (Kontan)

Proyek Ambisius China China serius mewujudkan proyek infrastruktur bertajuk Belt and Road Initiative. China Development Bank (CDB) sudah menyediakan pembiayaan lebih dari US$ 190 miliar untuk lebih dari 600 proyek rencana infrastruktur sejak 2013, (Kontan)

Cathay Pacific Membeli Hong Kong Express. Maskapai Cathay Pacific terus mengepakkan sayap bisnisnya. Perusahaan yang bermarkas di Hong Kong ini resmi membeli salah satu pesaingnya. (Kontan)

Google Memasok ke Kuba. Google meneken nota kesepahaman dengan perusahaan telekomunikasi Kuba bernama Etecsa. Sumber Reuters mengatakan, kerjasama ini untuk mengeksplorasi cara-cara meningkatkan konektivitas di pulau tersebut. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top