Ketua RT dan RW Lebih Berpengaruh Tentukan Pilihan Ketimbang Tokoh Parpol

Ada yang menarik dari hasil survei Voxpol Center Research and Consulting per 8 Maret 2019 terkait patron politik atau pengaruh orang yang dihormati publik terhadap pilihan politik masing-masing pemilih.
Aziz Rahardyan | 26 Maret 2019 15:14 WIB
Petugas sortir dan lipat surat suara menunjukan surat suara yang terdapat kerutan di surat suara Pilpres, di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa(19/2/2019). - ANTARA/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA — Ada yang menarik dari hasil survei Voxpol Center Research and Consulting per 8 Maret 2019 terkait 'patron politik' atau pengaruh orang yang dihormati publik terhadap pilihan politik masing-masing pemilih.

Pangi Syarwi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol menjelaskan kepada Bisnis, Selasa (26/3/2019) mengatakan bahwa ternyata masih banyak publik yang patuh terhadap para sesepuh atau tokoh masyarakat, diluar yang memiliki sumber pilihan politik dari diri sendiri sebesar 20,5 persen basis responden.

Pertama, 17,8 persen pemilih mengaku masih terpengaruh pilihan politik keluarga inti mereka, seperti bapak, ibu, atau kakak. Kedua, disusul tokoh berpengaruh seperti tokoh agama atau tokoh masyarakat pujaannya, yang bisa mempengaruhi pilihan politik sebesar 15,2 persen responden.

Ketiga, ternyata dukungan Lurah atau Kepala Desa pun tak bisa disepelekan. Sebab, berdasarkan survei ini, mereka sanggup mempengaruhi 14,7 persen pemilih untuk menentukan apakah mereka akan mencoblos pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf atau paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

"Maka menjadi sangat rasional jika kita melihat akhir-akhir ini banyak tokoh masyarakat atau tokoh berpengaruh baik formal maupun informal, atau pejabat politik yang sengaja dikerahkan, dimobilisasi untuk mendukung pasangan capres tertentu, terutama pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," ungkap Pangi.

Yang lebih menarik, ternyata Ketua RT atau RW, justru berpengaruh cukup tinggi hingga sebesar 12,3 persen responden mengaku 'menurut' pada pilihan politik para pemimpin warga tingkat rumahan ini.

Ironisnya, pengaruh mereka justru lebih tinggi dari pengaruh Tokoh Partai Politik atau Kepala Daerah yang ramai-ramai menyatakan dukungan, tetapi hanya sanggup mempengaruhi dasar pertimbangan pemilih sebesar 10,6 persen basis responden. Sementara itu, yang tidak menjawab atau tidak tahu, masih berada di angka 8,9 persen. 

Sebab itulah, Pangi menilai dukungan dan maraknya deklarasi dari para tokoh ini pada dasarnya wajar dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan elektabilitas kandidat.

"Namun menjadi sangat tidak wajar dan terkesan dipaksakan, dengan melibatkan tokoh berpengaruh tersebut yang cenderung melanggar fatsun politik, dalam ekspresi politiknya mengabaikan etika dan bahkan menggunakan fasilitas negara [abuse of power]," jelasnya.

Sekadar informasi, Voxpol Center melakukan survei melibatkan 1.220 responden melalui pemilihan secara acak atau multistage random sampling dengan tingkat kesalahan alias margin of error +-2,98 persen. Responden diambil dari seluruh provinsi di Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas dan diambil pendapatnya dengan metode wawancara tatap muka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top