Bea Cukai Turut Ungkap Penyelundupan Narkoba. Bekerja Sama Dengan BNNP dan Polda

Pengungkapan upaya penyelundupan narkoba ke Indonesia terus dilakukan. Bea Cuka turut terlibat bekerja sama dengan BNNP dan Polda.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 12 Maret 2019  |  10:59 WIB
Bea Cukai Turut Ungkap Penyelundupan Narkoba. Bekerja Sama Dengan BNNP dan Polda
Ekstasi - cbc.ca

Bisnis.com, JAKARTA - Pengungkapan jaringan narkoba yang menjadikan Indonesia sebagai pasar mereka terus dilakukan aparat terkait.

Ditjen Bea dan Cukai pun terus berupaya untuk menghentikan praktik penyelundupan narloba ke Tanah Air.

Pada pengungkapan terbaru, Bea Cukai Pasar Baru turut andil dalam upaya penggagalan penyelundupan 37.799 butir pil ekstasi dari Jerman. Pengungkapan tersebut berhasil dilakukan berkat kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Metro Jakarta Barat. 

Adapun ekstasi tersebut dikirimkan melalui Kantor Pos Pasar Baru yang dikemas ke dalam kemasan susu formula dan makanan.

Kepala Kantor Bea Cukai Pasar Baru Kunawi mengungkapkan proses penindakan yang telah dilakukan petugas gabungan.

Pengungkapan itu bermula ketika petugas gabungan mendapat informasi mengenai aksi penyelundupan narkoba tersebut pada tanggal 25 Februari 2019. Saat itu paket tersebut tiba di Kantor Pos Pasar Baru Jakarta Pusat. 

"Berdasarkan laporan tersebut, tim melakukan olah analisis untuk melakukan control delivery ke alamat penerima di daerah Tambora dan Tamansari Jakarta Barat, namun kedua alamat tersebut dipastikan palsu," kata Kunawi dikutip melalui laman resmi DJBC, Sabtu (9/3/2019) 

Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigadir Jenderal Johny Latupeirissa menambahkan bahwa Petugas gabungan mendapat informasi bahwa barang telah tiba di Jakarta, sebanyak dua paket dari Jerman. 

“Kemudian, setelah tiba di Indonesia, barang tersebut terus dipantau. Hingga, pada tanggal 1 Maret 2019, dua orang berinisial E dan D mengambil dua paket tersebut di Kantor Pos Jakarta Barat. Petugas gabungan langsung melakukan penangkapan atas dua orang tersebut beserta barang bukti yang ada,” ungkap Johny

Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Arman Depari turut mengungkapkan bahwa belum dapat dipastikan produksi narkotika tersebut berasal dari negara mana, namun secara umum produsen terbesar ekstasi berada di negara Belanda dan Jerman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
narkoba

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top