Haji 2019: 177 Hotel Lolos Verifikasi Berkas Penyediaan Akomodasi Jemaah Indonesia di Mekkah

Kementerian Agama menyatakan sebanyak 177 hotel di Arab Saudi lolos verifikasi berkas untuk penyediaan akomodasi jemaah haji Indonesia di Mekkah.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 06 Maret 2019  |  15:27 WIB
Haji 2019: 177 Hotel Lolos Verifikasi Berkas Penyediaan Akomodasi Jemaah Indonesia di Mekkah
Sejumlah jamaah haji sedang menunggu proses pemulangan ke Tanah Air di Bandara Madinah, Senin (2/10/2017) - Istimewa/Kemenag

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Agama menyatakan sebanyak 177 hotel di Arab Saudi lolos verifikasi berkas untuk penyediaan akomodasi jemaah haji Indonesia di Mekkah.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan, tahun ini kebutuhan akomodasi haji di Mekkah sebanyak 210.697 kapasitas. Kebutuhan ini mencakup 204.000 jemaah, petugas kloter, nonkloter, sisa penempatan, dan cadangan. 

"Sampai hari ini, tercatat hotel yang sudah mendaftar di wilayah Makkah sebanyak 195 Hotel dengan kapasitas 248.243 pax atau sebesar 118% dari total kebutuhan jemaah haji," ujar Sri Ilham melalui siaran persnya, Rabu (6/3/2019).

"Namun setelah melalui tahap verifikasi berkas, hotel yang  lolos sebanyak 177 hotel dengan kapasitas 223.875 pax atau sebesar 107,29%.” 

Sebagian besar yang lolos berkas, kata Sri Ilham, adalah hotel yang telah disewa tahun lalu dan dinilai berkinerja baik atau repeat order. Total ada 124 hotel yang statusnya repeat order. Sisanya, hasil proses penyediaan baru (hunting) sebanyak 37 hotel dan yang telah disewa multiyears sebanyak 16 hotel.

Hotel-hotel tersebut tersebar di tujuh wilayah, yakni Raudhah, Misfalah, Syisyah, Aziziyah, Mahbasjin, Jarwal, dan Rei Bakhsy. Hotel terbanyak ada di Syisyah, yaitu 73 hotel dengan kapasitas 58.930 pax.

Sri Ilham menambahkan, saat ini tim penyedia akomodasi secara bertahap melakukan ukur jarak, kasyfiyah (peninjauan lapangan), tamtir (pengukuran luas kamar), dan taksir (perhitungan kapasitas kamar) hotel-hotel yang lolos verifikasi di semua wilayah. 

"Sebanyak 155 hotel dengan kapasitas 202.656 pax sudah dilakukan pengukuran jarak dan kasyfiyah oleh tim. Adapun yang sudah ditamtir dan taksir sebanyak 105 hotel atau 128.409 pax," jelasnya.

Proses kasyfiah sangat penting, kata Sri Ilham, karena bertujuan untuk memastikan kelengkapan fasilitas hotel sesuai dengan syarat dan spesifikasi yang ditentukan dalam pedoman penyediaan akomodasi. Adapun tamtir dan taksir, tujuannya untuk menentukan berapa banyak kapasitas maksimal setiap kamar sehingga nyaman ditempati jemaah. 

Tahap selanjutnya adalah negosiasi. Saat ini, sedikitnya sudah ada 51 hotel yang sudah menyerahkan harga penawaran. Dari jumlah itu, 40 penyedia hotel sudah sepakat dengan harga negosiasi.

Selain di Mekkah, tim juga sudah mulai menerima pendaftaran dari penyedia hotel di Madinah dengan kebutuhan kapasitas mencapai 209.967 pax. Sampai saat ini, sudah ada 101 hotel yang mendaftar dengan total kapasitas 191.102 pax.

Penyediaan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia di Mekkah dan Madinah dilakukan melalui 10 tahapan, meliputi penerimaan berkas, verifikasi dokumen, pengukuran jarak, pemeriksaan akomodasi, penilaian akomodasi, pengukuran luas kamar, penghitungan kapasitas kamar, usul HPS, negosiasi, dan penandatanganan kontrak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jamaah haji

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top