Persoalan Guru Honorer, Mendikbud Minta Waktu

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy meminta waktu kepada para-guru honorer untuk menuntaskan persoalan pengangkatan menjadi PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  23:55 WIB
Persoalan Guru Honorer, Mendikbud Minta Waktu
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy - Antara/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, PANGKALAN BALAI – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy meminta waktu kepada para-guru honorer untuk menuntaskan persoalan pengangkatan menjadi PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Mendikbud yang berbicara di hadapan ratusan tenaga pendidik pada acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Graha Sedulang Setudung di Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis (28/2/2019), mengaku sangat memahami harapan dan keinginan tenaga honorer.

Namun, lanjutnya, keterbatasan dana dan adanya standar penerimaan CPNS membuat tidak semua tenaga honorer dapat diakomodasi.

"Saat ini ada sekitar 800.000 guru honorer, saya pun harus pilah-pilah. Yang lama didahulukan dulu, yang baru nanti, belakangan," paparnya.

Untuk itu, ia sangat mengapresiasi langkah dari Pemkab Banyuasin yang mengalokasikan Rp25 miliar untuk bantuan biaya operasional sekolah.

Dinas pendidikan juga dapat menggunakan dana ini untuk membayar tenaga honorer di bidang operator dan administrasi. "Ya, kalau mereka lembur baiknya dikasih tambahan karena gajinya kecil," ujar Mendikbud.

Mengenai tenaga kerja honorer ini, dia meminta untuk terus berusaha jika belum lulus dalam proses seleksi.

Dia mengemukakan secara bertahap pemerintah akan menuntaskannya, seperti pada 2018 dengan mengangkat sekitar 200.000 orang tenaga honorer. "Mudah-mudahan pada 2019 ada lagi seleksinya," kata Mendikbud.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
guru honorer

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top