Usai Menangi Piala AFF U-22, Lantas Apa Lagi?

Gegap gempita kemenangan Indonesia bisa dilihat dari selebrasi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat menyambut kedatangan TImnas U-22 di Terminal 3 Ultimate, Bandara Internasional Soekarno-Hatta,
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  14:30 WIB
Usai Menangi Piala AFF U-22, Lantas Apa Lagi?
Presiden Joko Widodo (tengah) berfoto dengan pemain Timnas U-22 Indonesia serta ofisial di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Euforia kemenangan Tim Nasional U-22 dalam Piala AFF U-22 setelah menundukkan tim Thailand pada Selasa (26/2/2019) masih terasa hingga kini.

Gegap gempita kemenangan Indonesia bisa dilihat dari selebrasi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat menyambut kedatangan TImnas U-22 di Terminal 3 Ultimate, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (27/2/2019).

Tak berakhir di situ saja, selebrasi berlanjut dengan konvoi menggunakan bus tingkat mulai dari Gelora Bung Karno ke Komplek Istana Kepresidenan pada Kamis (28/2/2019).

Para Garuda muda tampak memasuki Kompleks Istana Kepresidenan dengan mengenakan sweater berwarna merah. Secara teratur, satu per satu, mereka bersalaman dengan Presiden Joko Widodo di Teras Istana Merdeka.

Pada kesempatan itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto, dan Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria.

Obrolan antara Jokowi dengan para pemain timnas berlangsung sangat ringan, bahkan seringkali diiringi dengan riuh tawa karena sejumlah pemain terkesan malu-malu ketika Jokowi mempersilahkan mereka untuk bercerita.

"Saya dan seluruh rakyat Indonesia merasa sangat bangga sekali atas prestasi, dari ini generasi baru sepak bola Indonesia. Yang kita harapkan kebangkitan sepak bola Indonesia dimulai dari titik ini," katanya.

Mengapresiasi kemenangan Timnas U-22, Jokowi juga menjanjikan bonus tambahan senilai Rp200 juta tiap pemain.

Padahal, Kemenpora sudah mengganjar bonus bagi tiap pemain senilai Rp65 juta. Artinya, secara total, para pemain bisa mengantongi bonus sekitar Rp265 juta tiap orang.

Jika dirinci, pelatih kepala Indra Sjafri diganjar bonus sebesar Rp100 juta, dan empat asisten pelatih masing-masing menerima Rp62,5 juta, serta tim official yang terdiri dari delapan orang berhak mendapat Rp32 juta.

"Pelatih dan asisten pelatih juga dapat semua. Dokternya juga dapat," ujarnya seraya menegaskan bahwa tidak hanya pemain inti yang mendapatkan bonus tambahan dari pemerintah.

Tak bisa dipungkiri, kemenangan Timnas U-22 seakan menjadi oase di tengah karut marutnya sepak bola di Tanah Air. Hal ini juga diperparah dengan terlilitnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) atas kasus mafia bola pengaturan skor.

Namun, Presiden Jokowi cukup optimistis bahwa kemenangan kali ini bukanlah sebuah kebetulan melainkan buah dari kerja keras semua pihak. Ke depan, dia mengungkapkan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang tidak kalah penting pada turnamen AFF U-22.

"AFF sudah, kita harapkan AFC [Asian Champion League] juga dapat. Nanti lagi di akhir tahun di Seagames, saya kira arahnya ke sana," ujarnya.

Tidak jauh berbeda, Menpora Imam Nahrawi juga mengungkapkan Indonesia akan mengahadapi momen penting dalam waktu dekat yakni Piala Asia dan Sea Games.

Bahkan, tak tanggung, Indonesia menargetkan mampu mengantongi juara satu pada Sea Games yang akan digelar pada November 2019 di Filipina.

"Mohon doa restu, setelah ini ada beberapa agenda yang lebih penting lagi yang telah disiapkan oleh PSSI yaitu menyongsong Piala Asia.  Kemudian di ujung tahun Bulan Desember, timnas kita akan masuk dalam target juara satu di Sea Games di Filipina," tekannya.

Ambisi yang sama juga diutarakan oleh pelatih kepala Indra Sjafri yang sukses mengantarkan Indonesia ke kursi juara AFF U-22. Menurutnya, kemenangan kali ini merupakan sebuah lecutan bagi Indonesia untuk tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

"AFC itu nanti kalau kita lolos, juga akan menentukan kita ke kualifikasi di Olimpiade. Setelah itu Sea Games Pak. Dari tahun 1991, kita belum pernah dapat medali emas," tegasnya.

Setelah meraih medali emas di Sea Games 1991, Manila, Filipina, Indonesia memang tidak pernah lagi tampil menjadi juara pada turnamen olahraga yang diselenggarakan setiap dua tahun ini.

Sejak 1991, hanya dua negara yang tercatat mampu merajai turnamen olahraga dua tahunan itu yakni Malaysia dan Thailand. Indonesia sempat sangat dekat dengan aroma kemenangan pada Sea Games 2011, tetapi akhirnya harus takluk di final oleh Malaysia.

Selain soal perjuangan keras dari para pemain, dibutuhkan juga komitmen yang kuat dari pemerintah untuk melakukan pembinaan berkelanjutan di olahraga sepak bola dan pembenahan infrastruktur.

Dalam hal ini, Presiden Jokowi juga sudah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Lewat Inpres itu, kementerian dan lembaga diminta untuk menindaklanjuti peningkatan prestasi sepak bola di Tanah Air dan internasional.

Koordinasi tersebut bisa berupa pengembangan bakat, pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola, penyediaan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kompetensi wasit.

"Terima masih ke Inpres Bapak. Mungkin sosialisasinya yang belum sampai ke klub-klub dan masyarakat. Ini sangat luar biasa Inpres ini. Saya dan teman-teman sepak bola mengucapkan terima kasih," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria berkomitmen bakal menyegerakan tindak lanjut atas keluarnya inpres tersebut untuk mewujudkan visi sepak bola Indonesia menuju 2045.

"Setelah ini kita akan follow up lebih ketat untuk visi sepak bola indonesia menuju tahun 2045. Kita mulai dari pembinaan pelatih, pemain, wasit dan kemudian infrastruktur," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
timnas indonesia, piala aff

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup