Ekonomi Solid, The Fed Tak Terburu-buru Naikkan Suku Bunga

Di hadapan anggota parlemen Amerika Serikat, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak sedang terburu-buru untuk membuat penilaian terkait perubahan suku bunga acuan mengingat indikasi perlambatan ekonomi domestik.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  11:23 WIB
Ekonomi Solid, The Fed Tak Terburu-buru Naikkan Suku Bunga
Gubernur The Fed Jerome Powell - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Di hadapan anggota parlemen Amerika Serikat, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak sedang terburu-buru untuk membuat penilaian terkait perubahan suku bunga acuan mengingat indikasi perlambatan ekonomi domestik.

Selama dua jam agenda dengan Komite Perbankan Senat AS, Powell menyampaikan isi dari sinyal beragam yang telah diurai oleh The Fed selama beberapa pekan terakhir, termasuk data penjualan ritel dan aspek ekonomi lainnya yang mengecewakan.

Di sisi lain dia juga menyampaikan ada peningkatan kontras pada penerimaan pekerja, pertumbuhan upah dan angka pengangguran yang terus berkurang.

"Prospek dasarnya baik, tapi perlambatan pertumbuhan di luar negeri akan mempengaruhi ekonomi AS yang dampaknya akan dirasakan beberapa bulan ke depan," ujar Powell dalam kesaksiannya di Senat AS, seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (27/2/2019).

Menurutnya, bank sentral telah memiliki dasar estimasi ekonomi yang baik serta komite penetapan suku bunga yang secara rutin memperhatikan crosscurrents

"Saat ini bank sentral akan bersabar dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya dan memberikan waktu penyesuaian ekonomi," kata Powell.

Komentar Powell memperkuat pergesern bias kebijakan The Fed bulan lalu yang mengindikasikan akan menghentikan siklus tiga tahunan kenaikan suku bunga acuan yang sebelumnya direncanakan berlangsung hingga 2020

Aliran pekerja baru dalam angkatan kerja cukup mengejutkan bank sentral, artinya akan ada lebih banyak ruang untuk pertumbuhan ekonomi.

Powell yang telah menjabat sebagai Gubernur The Fed selama lebih dari satu tahun, tidak menghadapi serangan dari Partai Republik pada panel senat, seperti yang terjadi pada Gubernur The Fed sebelumnya Janet Yellen, yang menahan suku bunga pada level terendah.

Setelah menaikkan suku bunga empat kali pada 2018, dan mengantisipasi kenaikan lebih lanjut pada 2019, awal tahun ini The Fed beralih ke sikap dovish atas kekhawatiran tentang ekonomi global, di sisi lain pasar menyuarakan keraguan tentang pemulihan ekonomi AS.

Suku bunga pinjaman overnight The Fed kali ini berada pada kisaran 2,25% - 2.50%

Perbincangan kali ini juga membahas soal rencana evolusi The Fed untuk mempertahankan neraca sebesar US$3,5 triliun atau lebih rendah dari pencapaian tertinggi yakni US$4 triliun.

Anggota parlemen Republik umumnya telah mendorong bank sentral untuk mengurangi jejak keuangan yang meningkat akibat program era krisis yang oleh banyak pihak dianggap berisiko.

Pasar keuangan sebagian besar tidak tergerak oleh kesaksian Powell, yang merupakan putaran pertama dari dua agenda dengar pendapatnya pekan ini di Kongres. Dia dijadwalkan muncul di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada Rabu (27/2), waktu Washington.

Imbal hasil Treasury AS lebih rendah di perdagangan sore sementara indeks saham utama AS sedikit lebih tinggi. Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kebijakan The Fed

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top