Mendikbud Dorong Digitalisasi Program Keahlian di SMK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mulai melakukan digitalisasi di semua program keahlian.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  20:36 WIB
Mendikbud Dorong Digitalisasi Program Keahlian di SMK
Ilustrasi siswi sekolah menengah kejuruan (SMK). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mulai melakukan digitalisasi di semua program keahlian.

Hal itu disampaikannya saat meninjau perkembangan bantuan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang disalurkan di SMK Negeri 9 Bandung, Kamis (21/2/2019).

"Saya menyarankan agar dimulai digitalisasi di semua program studi. Ini dalam rangka menyongsong industri 4.0," ujar Muhadjir sebagaimana dilansir laman resmi Kemendikbud pada Kamis (21/2/2019).

Dia mencontohkan digitalisasi yang dapat diterapkan, seperti perancangan desain fesyen selain menggambar secara manual dengan kertas dan pensil, juga perlu diajarkan menggambar grafis tiga dimensi menggunakan komputer.

Begitu juga dengan pembuatan kue, harus diajarkan standardisasi dengan peralatan praktik yang dilengkapi dengan sistem digital.

Muhadjir mengatakan kunjungannya ke SMK Negeri 9 Bandung untuk memeriksa perkembangan program Revitalisasi SMK di sekolah dengan program keahlian pariwisata serta seni dan industri kreatif tersebut.

Selama 3 tahun terakhir total bantuan yang disalurkan melalui Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud mencapai Rp4,339 miliar. SMK Negeri 9 Bandung dipandang cukup sukses menjalankan program revitalisasi.

"Terutama berkaitan dengan kurikulum karena sudah melibatkan dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra. Bahkan dari pihak dunia usaha dan dunia industri mengirim tenaga-tenaga ahlinya untuk membantu langsung praktik siswa," ujarnya.

Dalam jangka panjang, Muhadjir mengharapkan semua SMK memiliki teaching factory yang dikembangkan bersama mitra dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Intinya, praktiknya anak-anak itu tidak boleh praktik mainan. tetapi yang hasilnya sesuai dengan standar industri dan usaha, dan produknya harus bisa dijamin bahwa itu bisa dipasarkan paling tidak oleh mitra industri," tuturnya.

SMK Negeri 9 Bandung memiliki 1.605 siswa dan 106 guru. Secara umum, profil lulusan 2018 paling banyak terserap ke dunia kerja sebanyak 232 orang. Lainnya, melanjutkan studi 149 orang dan 48 orang berwirausaha.

Pada 2017 Kemendikbud memberikan bantuan Pengembangan SMK Pariwisata kepada SMK Negeri 9 Bandung senilai Rp803 juta. Kemudian bantuan penyediaan ruang praktik Rp586 juta pada 2018. Pada 2019 Kemendikbud kembali memberikan bantuan Rp2,95 miliar untuk renovasi gedung serta penyediaan peralatan praktik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menyampaikan 21 SMK di provinsi itu telah mendapatkan program bantuan Revitalisasi SMK.

Program Revitalisasi SMK merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016. Dalam 2 tahun pelaksanaannya, Kemendikbud telah mendukung sebanyak 2.300 dari sekitar 13 ribu SMK di seluruh Indonesia.

"Tahun ini kami targetkan sekitar 280 SMK mendapatkan program Revitalisasi SMK," kata Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Program Revitalisasi SMK meliputi pengembangan dan penyelarasan kurikulum dengan DUDI; inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan abad 21; pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan; standardisasi sarana dan prasarana utama; pemutakhiran program kerja sama industri; pengelolaan dan penataan lembaga; serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smk

Sumber : Kemdikbud.go.id

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top