FOKUS PASAR GLOBAL: Dari Pengembangan Greater Bay Area Hingga Kelanjutan Brexit

China berencana untuk mengikat Hong Kong dan Makau lebih dekat dengan mainland, sementara Eropa dan Inggris mulai mengambil langkah baru terkait kesepakatan Brexit.  Dua hal itu cukup menyedot perhatian pasar global.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  09:36 WIB
FOKUS PASAR GLOBAL: Dari Pengembangan Greater Bay Area Hingga Kelanjutan Brexit
Kelanjutan perundingan Brexit kembali menjadi sorotan pasar global. - Reuters/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA -- China berencana untuk mengikat Hong Kong dan Makau lebih dekat dengan mainland, sementara Eropa dan Inggris mulai mengambil langkah baru terkait kesepakatan Brexit.  Dua hal itu cukup menyedot perhatian pasar global.

Selain itu, ada pula  pasar juga mencermati tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Presiden terpilih Venezuela Nicolás Maduro. Berikut perincian sentimen yang menjadi perhatian pasar global seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/2/2019):
 
1. Pengembangan Greater Bay Area
 
Dewan Negara Republik Rakyat China mengumumkan rencana untuk menghubungkan Hong Kong dan Makau dengan kota-kota di selatan mainland China guna membangun kawasan ekonomi yang disebut dengan Greater Bay Area. Pembangunan ini bertujuan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai megalopolis yang didukung dengan teknologi tinggi untuk menyaingi Silicon Valley di California, AS.
 
Menurut kantor berita Xinhua, melalui rencana tersebut pemerintah akan berusaha untuk mengubah kawasan ini menjadi pusat inovasi global terkemuka, meningkatkan konektivitas infrastruktur antar kota, memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional, pengiriman barang dan perdagangan serta pusat bisnis yuan lepas pantai.

Namun, rencana yang telah lama ditunggu-tunggu itu telah menyebabkan beberapa kegelisahan di Hong Kong bahwa integrasi lebih lanjut akan mengikis otonomi. Saat ini regulasi di Hong Kong berjalan terpisah dari China yang mengimplementasiikan sistem hukum, moneter, dan politik yang terpisah dari komunis.

2. APBN Singapura

Pada pengumuman anggaran belanja negara 2019 awal pekan ini, Singapura menegaskan kebijakan pembatasan yang lebih ketat terhadap pekerja asing, meningkatkan pengeluaran program kesehatan untuk populasi negara yang semakin menua, serta pemberian fasilitas pemotongan pajak ekspor atau tax rebate untuk beberapa warga menjelang pemilihan umum yang dilaksanakan awal tahun ini.

Otoritas Singapura berusaha untuk mencapai keseimbangan dengan penuh kehati-hatian guna  memperkuat ekonomi yang terdampak oleh pelemahan permintaan global, memberikan lebih banyak dukungan untuk warga lanjut usia, sambil tetap berpegang pada tradisi kehati-hatian fiskal.  Anggaran tahun ini disusun dengan latar belakang pelemahan ekonomi di samping kekhawatiran pertumbuhan yang terhambat isu perdagangan global.

3. Sentimen Positif Pasar
 
Saham-saham di Asia tampak siap untuk meroket pada Selasa (19/2) dengan pelemahan intervensi AS terhadap pasar bertepatan dengan hari libur President's Day dan mixed session di Eropa. Sementara itu, dolar AS tetap stabil dan yen bergerak sedikit lebih rendah.
 
Perdagangan futures di Asia sedikit mengalami perubahan dengan fokus investor saat ini yang berpusat pada perdagangan global. Sedangkan saham Eropa mencatat kenaikan tipis. Indeks komoditas naik tertinggi sejak Desember, dengan harga minyak mentah WTI berjangka naik menjadi sekitar US$56 per barel. 

Nilai tukar Euro menguat meskipun anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa bersikap dovish, dan pound menguat setelah tujuh anggota Parlemen Inggris mengatakan mereka akan berdiri sebagai anggota parlemen independen pasca menyatakan keluar dari Partai Buruh terkait isu Brexit dan antisemitisme.

4. Pernyataan Resmi Brexit

Otoritas Inggris dan Uni Eropa dikabarkan tengah menyiapkan pernyataan resmi atau legal text terbaru yang mengangkat tentang bagian kesepakatan Brexit paling kontroversial. Namun waktu bagi Perdana Menteri Inggris Theresa May semakin menipis dalam upaya membujuk parlemen yang terpecah belah agar bersatu untuk mendukung rencananya.

Pada senin (18/2), Sekretaris Brexit May Stephen Barclay dan Jaksa Agung Geoffrey Cox bertemu dengan para pejabat Uni Eropa di Brussels, dalam upaya untuk mencapai kompromi. Orang-orang yang bekerja dengan PM May mengatakan sang perdana menteri memiliki waktu hingga 27 Februari untuk mengantongi kesepakatan yang lebih baik sebelum parlemen kehabisan kesabaran dan suara untuk mengendalikan proses pelepasan Inggris dari blok ekonomi Eropa tersebut.

Menurut seorang narasumber, Barclay dan Cox akan kembali ke Brussels pada hari Rabu (20/2). Mereka akan membahas isi susunan legal text dengan kata-kata yang tepat dan menggambarkan jaminan terbaru pada bagian kontroversial dari isi kesepakatan yakni Irish backstop, parlemen Inggris menolak adanya batas fisik antara Inggris dan Irlandia.

5. Tarif Dagang AS - Inggris

Uni Eropa berjanji akan memberikan kebijakan balasan jika Amerika Serikat mengenakan tarif pada kendaraan impor, hingga saat ini ketegangan trans-Atlantik belum menunjukkan tanda-tanda perdamaian.

Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan seandainya Presiden Trump 'melanggar kata-katanya', blok ekonomi itu tidak akan membeli kedelai dan LNG Amerika dan akan memberikan hukuman. Juncker berbicara setelah Gedung Putih menerima laporan Departemen Perdagangan tentang implikasi keamanan nasional yang ditimbulkan oleh impor mobil.

Dalam perkembangan lain, Honda berencana untuk menutup pabriknya di Inggris yang merupakan tekanan terbaru terhadap industri mobil negara tersebut. Justin Tomlinson, anggota parlemen Inggris yang merepresentasikan North Swindon, lokasi pabrik Honda berada, mengatakan di Twitter bahwa Produksi untuk Eropa akan dikonsolidasikan di Jepang pada tahun 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi china, sentimen pasar, Brexit

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top