Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

POLDA METRO : Hati-Hati Gunakan Fintech Ilegal, Sudah Banyak Korban

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap platfom layanan peminjaman uang tunai secara instan atau financial technology (fintech) ilegal karena sudah memakan banyak korban.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  16:45 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono (tengah) menunjukkan barang bukti rekaman percakapan berikut tersangka pelaku berinisial MIK (kiri) saat konferensi pers terkait penangkapan penyebar hoaks atau berita bohong tujuh kontainer surat suara tercoblos di Polda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Rachel Aritonang
Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono (tengah) menunjukkan barang bukti rekaman percakapan berikut tersangka pelaku berinisial MIK (kiri) saat konferensi pers terkait penangkapan penyebar hoaks atau berita bohong tujuh kontainer surat suara tercoblos di Polda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Rachel Aritonang
 
Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap platfom layanan peminjaman uang tunai secara instan atau financial technology (fintech) ilegal karena sudah memakan banyak korban.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono berpandangan bahwa masyarakat saat ini harus bisa menghadapi perkembangan industri 4.0 yang sebelumnya tidak pernah ada.
Menurutnya, industri 4.0 tersebut juga harus disikapi dengan ilmu pengetahuan yang cukup, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban fintech ilegal.
 
"Ada pinjaman online kan saat ini, makanya kami minta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada dengan perkembangan teknologi saat ini," tuturnya, Selasa (19/2).
 
Argo juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai jenis iklan tawaran dari fintech ilegal yang beredar di media sosial. Menurut Argo, fintech yang legal dapat dicek masyarakat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
 
"Kroscek ke OJK, tanya ke OJK apakah benar kalau perusahaan ini adalah perusahaan yang melakukan pinjaman online," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top