Pasukan India Tembak Mati Dalang Bom Bunuh Diri di Kashmir

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa dua orang tersebut adalah warga negara Pakistan dan merupakan anggota kelompok militan Jaish-e-Mohammad (JeM).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  22:44 WIB
Pasukan India Tembak Mati Dalang Bom Bunuh Diri di Kashmir
Pasukan India melakukan operasi di Pulwama, Kashmir - Reuters/Younis Khaliq

Bisnis.com, JAKARTA - Pasukan Keamanan India menyebutkan bahwa pihaknya telah meringkus dua tersangka utama di balik serangan bom bunuh diri di Kashmi. Dua orang tersebut dilaporkan tewas dalam baku tembak pada Senin (18/2/2019).

Sebagaimana diwartakan Reuters, pihak kepolisian menyebutkan bahwa dua orang tersebut adalah warga negara Pakistan dan merupakan anggota kelompok militan Jaish-e-Mohammad (JeM).

Selain dua dalang bom bunuh diri, empat orang anggota militer dan satu orang warga sipil turut menjadi korban dalam baku tembak itu, sementara enam lainnya mengalami cedera.

Beberapa sumber dari pasukan keamanan menyatakan salah satu militan yang tewas diidentifikasi sebagai Abdul Rashid Gazi alias Kamran Bhai.

Serangan bom bunuh diri terhadap konvoi korps paramiliter di Kashmir pada Kamis (14/2/2019) menewaskan setidaknya 40 orang. Serangan tunggal ini menjadi yang paling mematikan bagi pasukan India selama tiga dekade konflik di wilayah sengketa India-Pakistan itu.

Kelompok militan Jaish-e-Mohammad (JeM) yang berbasis di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Menyusul pengakuan ini, India melayangkan tuduhan terhadap pemerintah Pakistan. New Delhi menilai Islamabad turut mendukung aksi serangan itu, namun hal itu langsung dibantah.

Di dalam negeri, Perdana Menteri Narendra Modi yang bakal menghadapi pemilihan umum Mei mendatang memperoleh desakan untuk memberikan sanksi tegas pada Pakistan. Menanggapi tekanan tersebut, Modi menyatakan bahwa ia telah memberi kewenangan terhadap militer untuk menumpas kelompok militan di perbatasan. Pasukan India pun segera mengisolasi desa Pinglan di Pulwama, Kashmir, tempat di mana ledakan tersebut terjadi.

Kashmir adalah kawasan sengketa yang selama berpuluh-puluh tahun menjadi sumber konflik India dan Pakistan. Kedua negara ini sama-sama mengklaim seluruh Kashmir namun mereka melakukan pembagian administrasi.

Serangan bom bunuh diri pada Kamis pekan lalu itu pun menuai kecaman dari mayoritas penduduk India. Pesan-pesan bernada permusuhan terhadap warga Pakistan dan Kashmir yang mayoritas beragama muslim pun berseliweran di media sosial.

Aksi protes bahkan menjalar hingga ke dunia kriket dan Bollywood. Beberapa penggemar kriket dan seorang pejabat olahraga meminta India untuk memboikot pertandingan Piala Dunia melawan Pakistan pada Juni mendatang. Sementara di industri film, Asosiasi Pekerja Film Seluruh India menyerukan "larangan total" terhadap warga Pakistan yang bekerja di industri film India, meskipun sebagian besar dari mereka telah masuk daftar hitam dari Bollywood sejak serangan serupa terjadi di Kashmir pada 2016 lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india, teroris

Sumber : Reuters

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top