Ganjar Hadiri Deklarasi Dukung Jokowi, Ditelepon Bawaslu tapi Diminta Bantuan Tanah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan siap menghadap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika dimintai keterangan terhadap dugaan pelanggaran kampanye saat deklarasi pemenangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Amin di Solo, Sabtu (26/1/2019) lalu. Dirinya bahkan berharap, proses pemanggilan itu segera dilakukan secepatnya.
Alif Nazzala Rizqi | 13 Februari 2019 19:41 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai melaksanakan gelar pasukan operasi lilin candi di Semarang - Alif Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan siap menghadap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika dimintai keterangan terhadap dugaan pelanggaran kampanye saat deklarasi pemenangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Amin di Solo, Sabtu (26/1/2019) lalu. Dirinya bahkan berharap, proses pemanggilan itu segera dilakukan secepatnya.

Sebelumnya, Ganjar memimpin deklarasi dukungan terhadap Pemenangan Jokowi-Amin bersama 31 kepala daerah di Solo. Atas hal itu, sejumlah kepala daerah dipanggil oleh Bawaslu untuk dimintai keterangan. Beredar informasi, bahwa Bawaslu akan memanggil Ganjar Pranowo pada Senin, 18 Februari ini.

"Saya mintanya sekarang. Kelamaan kalau menunggu tanggal itu," kata Ganjar Rabu (13/2/2019).

Ditanya apakah sudah ada surat pemangilan atau pemberitahuan dari Bawaslu terkait hal itu, Ganjar mengatakan belum mendapatkan. Ia justru mendapat telpon dari anggota Bawaslu yang meminta sumbangan berupa tanah.

"Saya malah dapat telepon dia minta tanah untuk kantornya. Saya tanyakan lagi, lho katanya mau periksa saya, dia jawab tidak periksa pak, hanya klarifikasi. Saya tegaskan lagi, yang jelas  ini mau diperiksa atau diklarifikasi," tegas Ganjar.

Politisi PDI Perjuangan itu kemudian menegaskan jika siap diperiksa oleh Bawaslu terkait deklarasi tersebut.

"Tidak apa apa dilaporin, periksa saja. Justru saya nunggu-nunggu ini, kalau tanggal 18 ya kesuwen ya terlalu lama saya minta secepatnya," tambahnya.

Berkali-kali Ganjar menerangkan jika dirinya adalah kader partai PDI Perjuangan yang sudah pasti mendukung Jokowi-Amin. Para kepala daerah yang hadir saat itu lanjut Ganjar, juga merupakan anggota partai koalisi yang tidak mungkin tidak mendukung Jokowi.

"Satu lagi, kita mendeklarasikannya di hari libur dan tidak menggunakan fasilitas negara. Lalu dimana letak kekeliruannya?. Saya minta ke Bawaslu untuk tegas, jelas dan tidak ada yang abu-abu," katanya.

Sebelumnya, Ganjar bersama 31 Kepala Daerah menggelar deklarasi mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Deklarasi itu dilakukan di salah satu hotel di Solo pada Sabtu (26/1) lalu.

Adanya deklarasi tersebut kemudian memantik kontroversi. Pihak BadanPemenangan pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi berencana melaporkan Ganjar ke Bawaslu.

Atas hal itu, Ganjar justru menantang pihak yang akan melaporkan dirinya itu untuk membuktikan pelanggaran yang telah dia lakukan.

Sejumlah kepala daerah yang hadir dalam deklarasi itu satu persatu telah dipanggil oleh Bawaslu. Sampai saat ini, tinggal Ganjar Pranowo yang belum dipanggil dan dimintai keterangan.

Tag : ganjar pranowo, Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top