Peduli Korban Tsunami, Karya Pelukis Lampung Bambang SBY Dilelang Online

Dewan Kesenian Lampung (DKL) menggelar pameran dan lelang pelukis Lampung Bambang SBY mengusung narasi "1001 Legenda Krakatoa" secara online.
M. Syahran W. Lubis | 05 Februari 2019 21:55 WIB
Salah satu karya pelukis Bambang SBY. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pameran dan lelang lukisan biasa dilaksanakan di museum atau galeri. Namun, kali ini Dewan Kesenian Lampung (DKL) menggelar pameran dan lelang pelukis Lampung Bambang SBY mengusung narasi "1001 Legenda Krakatoa" secara online.

Pameran dan lelang lukisan karya Bambang Suroboyo bertajuk “Exhibition & Auction for Krakatau Care” mulai 28 Januari 2019 bisa diakses melalui link akun Facebook Legenda Krakatau, Instagram 1001 Legenda Krakatau, dan Twitter 1001 Legenda Krakatau.

Ketua Harian DKL Heri Suliyanto didampingi Sekum DKL Bagus S. Pribadi sangat mengapresiasi kepedulian Bambang Suroboyo untuk memberikan sumbangsih bagi korban tsunami Lampung dan Banten melalui lelang karya-karya lukisnya.

”Karya-karya yang dilelang pada gelaran pameran kali ini obyeknya hampir semua rekaman kejadian saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Bambang merekam, menuangkan, dan mengekspresikan peristiwa ini dalam karya lukisnya,” ujar Heri.

Bagus menambahkan karya Bambang SBY yang dipamerkan dan dilelang ini selain bisa diakses melalui akun medsos yang sudah disebutkan di atas bisa dilihat secara langsung di Gedung DKL, Gelanggang Sumpah Pemuda, Way Halim Bandar Lampung.

“Jadi, untuk melihat dan memastikan karya yang akan dibeli bisa juga dilihat langsung. Untuk harga awal lelang semua lukisan dibuka dengan harga Rp.2 juta untuk setiap karya, ” ujar Aviv, panggilan akrab Bagus melalui siaran pers.

Mantan Kadisdikbud Provinsi Lampung ini menambahkan pameran dan lelang secara online memberi kesempatan kepada siapa pun secara terbuka untuk melihat dan membeli karya ini.

“Mudah-mudahan gelaran ini bisa menginpirasi dan menjadi stimulan bagi pelukis lainnya untuk terus berkarya. Pameran tak harus di ruang konvensional galeri atau museum. Kini media sosial bisa dijadikan ruang pameran. Harapannya karya yang di lelang laku dan hasilnya bisa untuk berbagi,” ujar Heri.

Bambang SBY, yang sudah 30 tahunan berkarya di Lampung, mengaku merasa terpanggil berbagi untuk masyarakat Lampung dan Banten yang terdampak tsunami pada 22 Desember 2018.

Menurut pelukis kelahiran Surabaya yang sudah menetap di Lampung ini Krakatau merupakan aset Lampung.

Bambang prihatin karena keberadaan Krakatau di Provinsi Lampung, tapi yang banyak memanfaatkan dan menikmati sektor pariwisatanya Provinsi Banten.

“Harapan saya, ide tentang Krakatau ini merupakan salah satu kreativitas yang memicu langkah memperkenalkan aset Lampung, muaranya bisa pemantik untuk meningkatkan industri pariwisata Lampung,” ucap pelukis yang juga jurnalis ini.

Bambang SBY mengatakan ide kreatifnya melukis objek Krakatau ini sejak 1990. Dia mengonsep 1.000 ilustrasi lukisan tentang Krakatau, tentang fenomena alam, seni budaya, peradaban, dan pesona Krakatau. Dalam pergulatan kreatifnya juga lahir ide antara lain; tema "Indonesia Tempo Doeloe" dan "Lampung Tempo Doeloe".

Bambang SBY tampil dalam gaya melukis realis-ekspresif dengan media bahan yang didapat dari kekayaan hasil bumi Lampung. Semua media melukis diolahnya sendiri, bukan buatan pabrikan. Kanvas pun. yang diolah lagi dan untuk pengawetannya sesuai dengan standar dan kebutuhan kreatif karyanya.

Dia menggunakan cat berbasis air dan diolah dari bahan organik dan anorganik berupa kopi dan pewarna organik dari tumbuh-tumbuhan menjadi gaya dan pilihanya dalam berkarya.

"Saya sengaja melakukan untuk mendapatkan efek eksklusif dan beda dengan pelukis mana pun di dunia yang menggunakan cat merek pabrikan,” ujar pengurus DKL ini.

Tag : lukisan, Tsunami Selat Sunda
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top