KABAR GLOBAL 1 FEBRUARI: Produsen Dituntut Beri Gebrakan Baru, Aktivitas Pabrik di Jepang Tertekan

Sejumlah berita menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Jumat (1/2/2019), di antaranya mengenai aktifitas manufaktur di Jepang yang tertekan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  09:06 WIB
KABAR GLOBAL 1 FEBRUARI: Produsen Dituntut Beri Gebrakan Baru, Aktivitas Pabrik di Jepang Tertekan
Manufaktur Jepang. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi sorotan media nasional pada hari ini, Jumat (1/2/2019), di antaranya mengenai aktifitas manufaktur di Jepang yang tertekan.

Berikut ringkasan berita utama di sejumlah media nasional:            

 Aktivitas Pabrik di Jepang Tertekan. Pabrik-pabrik di Jepang kembali mencatat penurunan hasil produksi (output) pada Desember 2018. (Bisnis Indonesia)

Produsen Dituntut Beri Gebrakan Baru. Seiring dengan perkembangan digital yang semakin pesat, perilaku konsumen dalam membeli barang elektronik termasuk ponsel pintar pun makin selektif. (Bisnis Indonesia)

Kilau Emas Bisa Makin Silau. Kegelisahan atas pertumbuhan ekonomi global dan kemungkinan absennya pengetatan kebijakan moneter AS mendorong emas melanjutkan reli penguatan sepanjang 2019 dan berjuang untuk melampaui level tertingginya pada tahun lalu. (Bisnis Indonesia)

Isyarat Berakhirnya Era Kenaikan Bunga AS. Era kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) tampaknya segera berakhir. Federal Reserve (The Fed) sudah menyalakan isyarat akan mengakhiri kenaikan suku bunga lebih cepat. (Kontan)

Pendapatan Melampaui Proyeksi, Saham Facebook Naik. Facebook Inc mulai menunjukkan kinerja ciamik. Perusahaan jejaring sosial asal Amerika Serikat (AS) mencatatkan pertumbuhan bisnis lebih tinggi dibandingkan etimasi Wall Street. (Kontan)

Pendapatan Samsung Turun. Raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung Electronics Co Ltd, mencatatkan pendapatan sepanjang kuartal keempat (Oktober-Desember) 2018 sebesar KRW 59,27 triliun. Nilai ini turun 10% secara tahunan atau year on year (yoy). Begitupun dengan laba yang perusahaan asal Korea Selatan ini turun 29% yoy menjadi KRW 10,8 triliun. (Kontan)

Teknologi AI China vs AS. Tidak hanya urusan perdagangan, China dan Amerika Serikat (AS) juga berada di garis terdepan dalam persaingan global untuk mendominasi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top