Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tim Jokowi Fokus Kuatkan Elektabilitas di Banten, Jabar, dan Sumatra

Pendukung partai koalisi Jokowi-Maruf terbelah antara memilih calon jagoannya dengan lawan yaitu Prabowo-Sandi di Banten, Jawa Barat, dan Sumatra.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  20:58 WIB
Petugas melakukan pengecekan kualitas surat suara Pilpres 2019 saat pencetakan surat suara di Jakarta, Minggu (20/1/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Petugas melakukan pengecekan kualitas surat suara Pilpres 2019 saat pencetakan surat suara di Jakarta, Minggu (20/1/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Pendukung partai koalisi Jokowi-Maruf terbelah antara memilih calon jagoannya dengan lawan yaitu Prabowo-Sandi di Banten, Jawa Barat, dan Sumatra. Ini bakal menjadi evaluasi dan diperkuat.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Johnny G Plate mengatakan bahwa pendukung ini tidak solid karena terpengaruh berita bohong tentang Jokowi.

“Ruang publik politik kita diisi kebohongan yang memengaruhi pemilih secara emosional bukan lagi dari programnya. Jokowi disebut PKI lah dan dilihat dari survei, masyarakat dipengaruhi itu,” katanya di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Johnny menjelaskan bahwa ini tentu merusak demokrasi Indonesia. Memenangkan pilpres dengan cara kotor seperti itu tidak baik. Dia berharap orang yang menyebar itu tidak melakukan lagi dan mulai menarasikan visi misi pada kampanye yang tersisa 86 hari lagi.

“Kami akan fokus kalau masyarakat agar masyarakat tidak terpengaruh berdasarkan perasaan yang dibohongi oleh informasi sampah, sadiwara, dan tidak berbasis data,” jelasnya.

Berdasarkan survei Indikator, Basis suara Jokowi-Ma’ruf terbelah pada kelompok etnis non-Jawa terutama Sunda.

Peneliti Indikator Rizka Halida menuturkan bahwa selain itu pemilih milenial, beragama Islam, kelas bawah terutama di sekitar Banten, Jawa Barat, dan Sumatera juga terpecah.

Sementara itu, secara umum hampir tidak ada partai politik yang memiliki basis pendukung untuk memilih sejalan dengan pasangan capres-cawapres yang mereka usung. Rizka Halida menyebut mereka adalah split ticket voting .

“Partai koalisi Jokowi-Ma'ruf tetap memilih calon yang diusung sebesar 75,9% dan koalisi Prabowo-Sandi 71,8%. Sementara split ticket voting dari Jokowi-Ma'ruf 24,1% dan Prabowo-Sandi 28,2%,” ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top