Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bertemu di Istana Merdeka, Ormas Islam Doakan Jokowi Menang di Pilpres 2019

Perwakilan sekitar 15 organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/1/2019).
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  17:12 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima kunjungan Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Istana Merdeka,Selasa (22/1/2019). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima kunjungan Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Istana Merdeka,Selasa (22/1/2019). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Perwakilan sekitar 15 organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Ormas Islam itu antara lain Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Persatuan Islam (Persis), Nahdlatul Ulama (NU), dan sebagainya.

Ketua Umum LPOI sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siradj mengatakan pihaknya mendoakan supaya Jokowi yang mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden 2019 kembali terpilih menjadi Presiden Indonesia pada periode 2019—2024.

"Ini mendoakan, bukan kampanye," kata Aqil ditemui seusai pertemuan LPOI dan Jokowi di Istana.

Said menyatakan sejumlah alasan kenapa mendukung Jokowi. Salah satunya adalah Jokowi memilih seorang ulama sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam Pemilihan Presiden 2019.

Seperti diketahui, calon wakil presiden yang menjadi pasangan Jokowi adalah Ma'ruf Amin, seorang kyai yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (non-aktif) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di samping itu, sejumlah alasan lainnya adalah Jokowi memiliki staf khusus presiden yang merupakan putra dari seorang kyai yaitu Abdul Ghofarrozin. Dia adalah putra dari kiai kharismatik, KH Mohammad Sahal Mahfudz.

Alasan lainnya, ujar Said, adalah hari Santri. Seperti diketahui, Jokowi menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. "Kurang Islam apa Pak Jokowi," kata Said.

Apabila Jokowi terpilih sebagai Presiden untuk periode 2019—2024, Said berharap Jokowi melanjutkan reformasi di berbagai bidang, termasuk reformasi di bidang hukum.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pilpres 2019
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top