Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Korban Tsunami di Lampung Selatan Minta Direlokasi

Sebagian besar warga yang terdampak bencana tsunami di wilayah Lampung Selatan menyampaikan keinginan mereka untuk segera dilakukan relokasi ke tempat yang relatif lebih aman untuk dihuni.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 02 Januari 2019  |  19:29 WIB
Korban Tsunami di Lampung Selatan Minta Direlokasi
Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog dengan warga ketika mengunjungi lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Kunjir, Rajabasa Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1/2019)./ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagian besar warga yang terdampak bencana tsunami di wilayah Lampung Selatan menyampaikan keinginan mereka untuk segera dilakukan relokasi ke tempat yang relatif lebih aman untuk dihuni.

Saat meninjau posko pengungsian yang didirikan di lapangan tenis indoor Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Presiden Joko Widodo menerima permintaan tersebut dari warga Pulau Sebesi yang mengungsi.

"Tadi sudah saya tanyakan kepada masyarakat Sebesi. Intinya mereka juga ingin direlokasi agak naik. Sudah tidak berani lagi di bibir pantai," kata Presiden di lokasi pengungsian, Rabu, (2/1/2018) seperti dikutip dari keterangan tertulisnya.

Di posko tersebut, kurang lebih seribuan warga dari Pulau Sebesi mendapatkan perawatan dan tempat berteduh sementara pascabencana tsunami Selat Sunda. Sebagian besar warga meminta agar hunian mereka di lokasi saat ini direlokasi dari tempatnya semula.

Hal yang sama juga disampaikan oleh sejumlah warga yang berada di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Desa tersebut merupakan titik kedua yang ditinjau Presiden dalam kunjungan kerjanya kali ini.

"Tadi yang di Way Muli juga sama. Ada satu-dua yang masih ingin di pinggir, tapi hampir 90 persen minta agar direlokasi ke tempat yang lebih di atas," tuturnya.

Sebelumnya, saat meninjau desa tersebut, Presiden mengatakan bahwa penataan tata ruang terutama bagi wilayah-wilayah yang berada di sekitar garis pantai sudah mendesak untuk dilakukan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa akibat bencana tsunami.

Tiga puluh menit berada di rumah sakit, Kepala Negara menjenguk dan sempat berdialog dengan para korban yang sedang dirawat di RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM, Kabupaten Lampung Selatan.

Sejak terjadi bencana tsunami, rumah sakit tersebut telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 400 pasien yang mengalami luka-luka akibat bencana tsunami. Saat ini tengah dirawat 39 korban terdampak bencana tsunami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tsunami Selat Sunda
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top