Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tsunami Selat Sunda: 436 Jiwa Meninggal, Puluhan Ribu Orang Masih Mengungsi

Bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung telah terjadi sembilan hari lalu. Hingga kini, kurang lebih 30.000 orang tercatat masih hidup di pengungsian. 
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Desember 2018  |  16:07 WIB
Tsunami Selat Sunda: 436 Jiwa Meninggal, Puluhan Ribu Orang Masih Mengungsi
Warga menjemur baju di daerah terdampak tsunami Selat Sunda, di kawasan Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung telah terjadi sembilan hari lalu. Hingga kini, kurang lebih 30.000 orang tercatat masih hidup di pengungsian. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkini terkait jumlah korban yang terdampak tsunami Selat Sunda. Hingga Senin (31/12/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 436 orang meninggal dunia, 14.059 orang luka-luka, dan 33.721 orang masih mengungsi.

Jumlah pengungsi tersebut merupakan sebaran dari dua provinsi yaitu Lampung dan Banten. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa sebaran pengungsi paling banyak terdapat di Pandeglang, Kabupaten Serang. 

“Adapun jumlah pengungsi yang tercatat di Pandeglang sebanyak 20.726 pengungsi. Kurang dari 10.000 orang mengungsi disebabkan tempat tinggal yang rusak, sedangkan lebih dari 10.000 orang mengungsi karena trauma,” ujarnya di Jakarta, Senin (31/12). 

Sementara itu, Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Banten Tomsi Thohir telah meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan evaluasi status waspada Selat Sunda di sekitar bibir pantai.

Permintaan tersebut terkait pemulangan 11.375 orang pengungsi yang menempati sejumlah sekolah untuk segera kembali ke tempat tinggalnya masing-masing, karena kegiatan belajar-mengajar akan dimulai pada 7 Januari 2019. 

Di sisi lain, BMKG telah menurunkan radius aman status area waspada Selat Sunda menjadi 500 meter dari bibir pantai pada Senin (31/12). Sebelumnya, area waspada ditetapkan dengan jarak 500 meter hingga 1 kilometer (km) dari bibir pantai. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb Tsunami Selat Sunda
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top