Korea Utara-Korea Selatan Resmikan Proyek Jalan & Rel Penghubung

Korea Utara dan Korea Selatan mengadakan upacara peresmian proyek pembangunan jalan dan rel kereta yang menghubungkan kedua negara, Rabu (26/12/2018).
Iim Fathimah Timorria | 26 Desember 2018 14:11 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menunjukkan pernyataan bersama kedua negara di Pyongyang, Korea Utara, Rabu (19/9). - Pyeongyang Press Corps via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara dan Korea Selatan mengadakan upacara peresmian proyek pembangunan jalan dan rel kereta yang menghubungkan kedua negara, Rabu (26/12/2018).

Peresmian ini adalah tindak lanjut dari kesepakatan yang dibuat kedua pihak Oktober lalu. Korea Utara dan Korea Selatan sepakat untuk kembali membuka jalur kereta api beserta jalan yang terputus sejak Perang Korea terjadi pada 1950-1953.

Diberitakan Reuters, pada kesempatan itu sebuah kereta khusus disiapkan untuk mengangkut 100 warga Korea Selatan yang terdiri dari pejabat pemerintah, politisi, dan keluarga yang terpisah akibat perang. Kereta diberangkatkan dari Seoul menuju Stasiun Panmunyang terletak di kota perbatasan Kesong.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengungkapkan 100 orang dari selatan kemudian bertemu dengan 100 delegasi dari Korea Utara. Hadir pula dala peresmian tersebut pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), China, Rusia, dan Mongolia.

Peresmian itu sendiri menuai dukungan dari Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat. Kendati demikian, proses konstruksi belum bisa dimulai karena Korea Utara masih menghadapi sanksi internasional yang mengakibatkan penyaluran bahan bangunan terhenti.

"Ada banyak hal yang harus dilakukan sebelum kami benar-benar memulai konstruksi," kata Menteri Transportasi Kim Hyun-mee, ia menambahkan kedua belah pihak akan melakukan survei dan desain tambahan untuk satu atau dua tahun.

Upacara peresmian ini adalah refleksi dari mulai mencairnya hubungan kedua Korea yang secara teknis masih berperang. Perang pada 1953 hingga kini masih berstatus gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.

Kedua Korea aktif membicarakan inisiatif ekonomi. Selain membuka jalur yang menghubungkan utara dan selatan juga sepakat bekerja sama membangun zona industri.

Namun realisasi rencana tersebut masih tertunda di tengah kekhawatiran AS bahwa peningkatan hubungan dua Korea dapat merusak upaya untuk menekan Pyongyang melucuti senjata nuklirnya.

Sumber : Reuters

Tag : korea utara, korea selatan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top