Direksi Jababeka Group Terjun Langsung Tangani Tsunami di KEK Tanjung Lesung

Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Jababeka Group, membentuk posko bantuan untuk korban tsunami. Kawasan pariwisata tersebut termasuk salah satu wilayah yang tersapu gelombang tsunami dari Selat Sunda.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 24 Desember 2018  |  17:11 WIB
Direksi Jababeka Group Terjun Langsung Tangani Tsunami di KEK Tanjung Lesung
Kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Jababeka Group, membentuk posko bantuan untuk korban tsunami. Kawasan pariwisata tersebut termasuk salah satu wilayah yang tersapu gelombang tsunami dari Selat Sunda.

Hal tersebut disampaikan Chairman Jababeka Group, S.D Darmono dalam keterangan resmi, Senin (24/12/2018). Dia menjelaskan Jababeka telah menurunkan tim evakuasi pada malam kejadian gelombang tersebut menyapu daratan.

Darmono secara langsung meminta seluruh Board of Director (BOD) Jababeka Group untuk membatalkan perjalanan dan fokus pada penanganan bencana. Semua unit usaha Jababeka pun dikoordinasikan untuk membantu memberikan pertolongan pertama di Tanjung Lesung dan sekitarnya.

"Kami akan terus mendistribusikan bantuan makanan dan obat-obatan bekerjasama dengan unit-unit usaha kami, dan Kami juga membentuk posko bantuan di Jakarta, yakni di Menara Batavia," ujar Darmono.

Adapun unit-unit usaha untuk penerimaan bantuan tersebut di antaranya Yayasan President University,  Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Cikarang (LPPMC), Medical City, serta President Excecutive Club. Unit-unit tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat.

Darmono menyampaikan dia beserta seluruh jajaran Jababeka turut prihatin atas musibah yang terjadi. "Kami berharap semua pihak Gotong royong memberikan pertolongan kepada Korban bencana," ujarnya.

 Kunto, Komando Lapangan Tanjung Lesung, menjelaskan saat ini kondisi evakuasi di kawasan Tanjung Lesung berjalan dengan cepat. Pihak Jababeka pun menurutnya telah memberangkatkan tim Crisis Center ke Tanjung Lesung.

"Kami berangkatkan dua tim ke sana (Tanjung Lesung), terkait pengamanan, kesehatan, dan infrastruktur," ujar Kunto.

Hingga pagi ini, tercatat 98 pengungsi dan korban tsunami berhasil dievakuasi tim cepat tanggap Jababeka. Adapun pengungsi di Kantor Desa Cikadu yang dekat dengan KEK Tanjung Lesung berjumlah lebih dari 200 jiwa, mereka didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akibat bencana tersebut sebanyak 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang belum ditemukan. Adapun kerusakan yang ditimbulkan sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanjung lesung

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top