Indeks Demokrasi Asia Naik 0,30 Poin, BDF Kembali Digelar

Bali Democracy Forum dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan indeks demokrasi di kawasan Asia Pasifik yang telah meningkat 0,30 poin selama 10 dekade terakhir.
Ni Putu Eka Wiratmini | 06 Desember 2018 11:00 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (lima kanan) mengikuti foto bersama setelah pembukaan Bali Democracy Forum 2018 di Nusa Dua, Bali. JIBI/BISNIS - Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, NUDA DUA – Bali Democracy Forum dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan indeks demokrasi di kawasan Asia Pasifik yang telah meningkat 0,30 poin selama 10 dekade terakhir.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, berdasarkan The Economist Intelligence Unit's [EIU] Democracy Index, rata-rata indeks demokorasi Kawasan Asia pada 2006 adalah sebesar 5,44. Pada 2016, atau satu dekade kemudian, indeks demokrasi meningkat menjadi 5,74.
 
“Progres demokrasi di Asia telah mengejutkan semua bangsa di dunia,” katanya, Kamis (6/12/2018) dalam pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) 2018.
 
Kata dia, walaupun demokrasi bukan sistem pemerintah yang sempurna namun mampu menyediakan ruang bagi siapa saja untuk didengar. Saat ini, manfaat demokrasi dinilai belum inklusif ke setiap negara dunia, sehingga banyak masyarakat dunia yang merasa termarginalkan akibat kegagalan institusi demokrasi.
 
Setiap pihak memilki kewajiban untuk memastikan penyelenggaran demokrasi. Menurutnya, untuk mewujudkan demokrasi yang semakin inklusif, setiap pihak harus ikut serta, yakni pelaku usaha, generasi milenial, dan wanita.  
 
“Demokrasi menyediakan harapan, tidak ketakutan, demokrasi menguatkan, sehingga partisipasi inklusif setiap orang adalah hal vital,” katanya.
 
Adapun BDF 2018 diikuti 470 peserta dari 92 negara dan 7 organisasi internasional. Tahun ini, BDF mengambil tema Democracy for Prosperity untuk melihat peran demokrasi dalam mencapai kesejahteraan untuk semua masyarakat.
 
“Penyelenggaraan BDF telah memasuki tahun pertama di 10 tahun kedua. Kita sengaja memakai format yang meberikan ruangan dan wkatu cukup untuk melakukan diskusi interaktif,” katanya.

Tag : bali, demokrasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top