Para Santri Juga Bisa Berbisnis, Begini Caranya

Saya mengajak santri dan kaum muda di Cirebon untuk mulai berwirausaha dengan bergabung dalam Gus Iwan. Sudah saatnya, Pondok Pesantren tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama tapi juga tempat belajar menggeluti dunia usaha, ujar putra K.H Maruf Amin ini
Dewi Andriani | 01 Desember 2018 13:59 WIB
Ilustrasi - PBNU

Bisnis.com, JAKARTA -- Santri Millenial Center (SIMAC) mendorong anak-anak muda terutama kalangan santri untuk menggeluti dunia wirausaha.

Gus Syauqi Maruf Amin, Pembina SIMAC mengatakan bahwa ada potensi besar yang sebetulnya dapat digali oleh para santri yang ingin menjalankan bisnis.
Salah satu bisnis yang potensial untuk dijalankan adalah bisnis kopi. Apalagi kopi merupakan minuman yang sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari para santri.

“Saya mengajak santri dan kaum muda di Cirebon untuk mulai berwirausaha dengan bergabung dalam Gus Iwan. Sudah saatnya, Pondok Pesantren tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama tapi juga tempat belajar menggeluti dunia usaha,” ujar putra K.H Mar’uf Amin ini dalam rilis yang diterima Bisnis, Sabtu (1/12/2018).

Gus Syauqi melihat potensi tersebut dari mewabahnya Kedai Kopi Abah di kalangan santri dan kaum muda di Cirebon, Jawa Barat. Kedai Kopi yang baru saja diluncurkan pada awal November di Bekasi ini, ternyata mendapatkan respon positif dari para santri.

Setelah di Cirebon, Kopi Abah akan dilaunching di beberapa titik kota lain di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Depok, Bali, Pasuruan, Probolinggo, Tangerang, NTT serta Papua.

Sementara itu, Presiden Direktur SIMAC, Gus Rohman berharap Kopi Abah ini bisa menjadi kail untuk para santri dan juga kaum muda untuk terjun ke dunia wirausaha.

Sementara itu, Febri Wibawa Parsa mengatakan bahwa gerakan santri wirausaha direspon sangat baik oleh para santri. Akurindo akan mendukung dan ikut mewujudkan target SIMAC yang akan melahirkan sejuta santri usahawan di seluruh Indonesia.

“Kami punya produk asuransi mikro. Para santri juga membutuhkan asuransi dalam berusaha. Karena unit usaha mikro ini sangat butuh untuk didampingi baik dalam akses modal sampai akses pasar. Dengan adanya asuransi akan memberikan kenyamanan bagi para calon pendukung akses modal,”kata Febri.

Di akhir acara, SIMAC memberikan kartu GUS IWAN terhadap sepuluh santri dan santriwati di Cirebon. Kartu anggota SIMAC ini bisa difungsikan untuk akses modal, pelatihan, dan pembinaan hingga pengurusan izin usaha.

SiMac atau Santri Millenial Centre adalah sebuah wadah perjuangan Santri didalam membangun Ekonomi Kerakyatan berbasis keuamatan. Wadah ini menargetkan Target jutaan Santri Usahawan di seluruh Indonesia.

Sebagai komitmen Kyai Ma’ruf Amin dalam mencetak generasi tangguh yang Islami dengan menciptakan produk halal dan tidak ada riba.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bisnis, santri

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top