Generasi Milenial Perlu Jaga Kearifan Lokal

Kemajuan teknologi informasi memiliki peranan penting dalam membentuk perilaku generasi muda yang lahir pada era 1980-1990 atau generasi milenial.
Dewi Andriani | 01 Desember 2018 14:31 WIB
Pembukaan Sarasehan Nasional Kearifan Lokal 2018 yang digelar oleh Kementerian Sosial, Sabtu (1/12). - Dok. Kemensos

Bisnis.com, JAKARTA -- Kemajuan teknologi informasi memiliki peranan penting dalam membentuk perilaku generasi muda yang lahir pada era 1980-1990 atau generasi milenial.

Arus globalisasi dan informasi begitu cepat mempengaruhi cara pandang, budaya, dan gaya hidup di kalangan generasi milenial.

Teknologi juga telah menggeser aktivitas mereka dari dunia nyata ke dunia maya. Implikasi sosialnya, akan timbul kecenderungan yang menjadi asosial karena asyik berkutat dengan gawai yang menyediakan banyak hal secara cepat.

Perilaku asosial ini juga menyebabkan generasi muda tersebut tidak lagi akrab dengan seni dan budaya lokal. Padahal, kearifan lokal merupakan salah satu pembentuk identitas bangsa Indonesia dan generasi milenial sebagai penerus bangsa harus menjaga hal tersebut.

"Kearifan lokal yang sejak dulu menjadi identitas bangsa jangan sampai terkikis oleh budaya global yang masuk seiring berkembangnya kemajuan teknologi," ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita ketika menghadiri Sarasehan Kearifan Lokal, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (1/12/2018).

Menurutnya, kearifan lokal di Indonesia merupakan salah satu pilar penting bagi terciptanya harmoni hubungan antar masyarakat, termasuk dalam pemanfaatan sumber daya alam agar tidak menimbulkan konflik sosial.

"Untuk itu saya mengajak generasi milenial sebagai penerus bangsa untuk menjadi pelopor perdamaian, pelopor aktualisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari," ucap Agus.

Sarasehan Kearifan Lokal turut dihadiri para pejabat Eselon I Kementerian Sosial (Kemensos), pimpinan utusan Kementerian/Lembaga, dan pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Selain itu, dihadiri pula oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota, Duta Perdamaian, Duta Program Keluarga Harapan (PKH), para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, tokoh pemuda dan tokoh perempuan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia, para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 17 Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia.

Sarasehan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Kemensos untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih di era milenial. Dalam sarasehan ini, Perwakilan BEM se-Indonesia juga membacakan deklarasi berisi komitmen membangun bangsa dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman hidup.

"Saya menganggap kegiatan ini sangat penting dan luar biasa untuk membangkitkan, menggelorakan dan memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, di tengah berbagai tantangan kehidupan di masyarakat," tambah Agus.
 

Tag : kemensos
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top